Berita Kabupaten Manggarai

Begini Kata Hati Petani di Satar Mese Manggarai

kedepan kita sampaikan adanya kerja sama saling memahami terutama petugas-petugas yang ada di lapangan dan petani

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
Agustinus Jeradun petani di Tal, Kecamatan Satar Mese kabupaten Manggarai, Selasa 20 Februari 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar 

POS-KUPANG.COM/RUTENG - Angin segar di rasakan oleh Petani padi Sawah di Kecamatan Satar Mese, kabupaten Manggarai dengan hasil melimpah pada musim panen Februari 2024.

Seperti yang dirasakan oleh Agustinus Jeradun, ketua kelompok tani (Poktan) Merpati di Desa Tal Kecamatan Satar Mese kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 20 Februari 2024.

Kata Agus, peningkatan produktifitas padi tidak terlepas dari perubahan pola tanam yang mereka praktekan pada musim tanam November 2023 lalu.

Kurang lebih selama dua musim, petani empat Desa di Kecamatan Satar Mese mengistirahatkan lahan ratusan hektar. Upaya ini guna untuk mengembalikan kadar kesuburan tanah.

Baca juga: BPK NTT Turun Periksa Laporan Keuangan Kabupaten Manggarai Barat

Pola peristirahatan lahan ini ternyata jurus ampuh untuk meminimalisir hama, yang selama ini menjadi persoalan akut bagi petani di Satar Mese dan sekitarnya.

"Sebelumnya sawah di Satar mese ini penyerangan hama begitu besar, segala jenis hama ada disini . Untuk menyemprot hama itu kita membutuhkan biaya besar," kata Agustinus.

Berkurangan hama  ternyata disebabkan aliran air untuk sementara dihentikan dari sumber irigasi.

Alhasil, pada panen raya Selasa, 20 Februari 2024), Petani di Satar Mese mengalami peningkatan hasil  cukup signifikan.

"Dengan melihat keadaan padinya seperti ini berarti sudah ada peningkatan dari musim sebelum ini. Hal ini karena adanya program perubahan pola tanam," kata Agus.

Bagi Agustinus, ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberi solusi dengan perubahan pola tanam yang dampak sangat besar terhadap penghasilan mereka.

"Sebelumnya kami harus keluar banyak biaya untuk kerja sawah. Hal itu karena serangan hama cukup besar. Penyebab lain juga karena kelembaban tanah. Tahun ini hasil kami meningkat 7 ton/ha dibandingkan sebelumnya hanya mendapatkan 1 ton/hektar," tutupnya 

Sementara Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit mengatakan, penghentian tanam musim lalu kerena perbaikan irigasi ternyata memutuskan mata rantai hama dan penyakit.

Selain itu, areal yang tahun lalu ditanami kedelai juga mendapatkan hasil yang cukup bagus.

Dari pola-pola ini kata Bupati Hery, akan menjadi acuan dalam mengatur pola tanam untuk petani kedepan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved