Pilpres 2024

Ahmad Ali Pastikan Surya Paloh Tak Bahas Sikap Politik Partai NasDem dengan Presiden Jokowi

Pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh rupanya masih menjadi sorotan publik di Tanah Air.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
SIKAP NASDEM - Wakil Ketua DPP Partai NasDem, Ahmad Ali berkeyakinan kalau Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh tidak mungkin membahas sikap partai dalam pemerintahan ke depan. Karena kalau soal itu, maka Surya Paloh tentu bukan bertemu dengan Presiden Jokowi melainkan Prabowo Subianto. 

POS-KUPANG.COM – Pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh rupanya masih menjadi sorotan publik di Tanah Air. Bahkan menjadi atensi juga bagi para kader dan pengurus partai tersebut.

Bahkan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali pun sampai angkat bicara terkait hal itu. Ia bahkan secara terang-terangan mengatakan Surya Paloh pasti akan menemui Prabowo Subianto kalau hendak membahas langkah-langkah politik Partai NasDem ke depan.

Dia menyebutkan bahwa  Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mestinya bertemu calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto, jika ingin membahas Langkah-langkah politik Nasdem pada 2024-2029 mendatang.

Oleh karena itu, katanya, ketika Surya Paloh menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Minggu 18 Februari 2024 malam, maka yang dibicarakan pada pertemuan itu adalah agenda yang tidak terkait dengan langkah politik Nasdem pada pemerintahan berikutnya nanti.

Pasalnya, saat ini Partai NasDem masih menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Jokowi. Sementara proses pesta demokrasi saat ini masih berlangsung.

Atas dasar itulah Ahmad Ali yakin kalau yang dibicarakan kedua tokoh pada kesempatan itu adalah agenda kebangsaan dan beberapa agenda kenegaraan lainnya.

“Pak Surya Paloh itu sangat paham etika. Bahwa hari ini proses KPU belum selesai, sehingga tidak mungkin akan melakukan pembicaraan-pembicaraan yang kemudian melanggar komitmen demokrasi sendiri. Jadi, saya meyakini betul bahwa pembicaraan Presiden Jokowi dan Surya Paloh itu hanya sebatas pemerintahan 2019-2024,” ujar Ali pada Kompas.com, Senin 19 februari 2024.

“Kalau hendak berbicara tentang pemerintahan 2024, maka saya pikir Pak Surya Paloh bukan menemui Pak Jokowi, tapi akan bertemu dengan Prabowo,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengklaim belum ada komunikasi antara Partai Gerindra dan Nasdem untuk membahas konstelasi politik ke depan. Ali menuturkan, Surya tak ingin dianggap meninggalkan capres nomor urut 1 Anies Baswedan karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan penghitungan suara.

“Putusan KPU kan belum selesai, kalau kemudian nanti bertemu sebelum putusan KPU pihak pendukung Anies akan mengatakan Nasdem meninggalkan Anies. Enggak elok, enggak etis, enggak pantas, bukan teladan menurut saya,” sebut dia.

Diketahui Surya dan Jokowi makan bersama di Istana Negara, Minggu malam. Pihak Istana mengklaim bahwa pertemuan itu atas permintaan Surya. Namun, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim menyatakan bahwa kedatangan Surya justru atas undangan Jokowi.

Baca juga: Relawan Ganjar-Mahfud Diberi Ultimatum Jika paksa Masuk ke Kantor Bawaslu RI

Baca juga: Sebelum Temui Presiden Jokowi di Istana Negara, Surya Paloh Terima Anies Baswedan   

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Nasdem bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung Anies dan calon wakil presidennya, Muhaimin Iskandar.

Keduanya mengusung narasi perubahan atau oposisi untuk pemerintahan Jokowi saat ini. Sementara itu, hasil quick count sejumlah lembaga survei menunjukan bahwa Pilpres 2024 dimenangkan oleh capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved