Opini

Cinta dan Politik Cleopatra

Tanggal 14 Februari 2024, di Negara kita, selain akan dilaksanakannya Pesta Demokrasi, juga perayaan Valentine Day dan Rabu Abu untuk umat Katolik.

Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
Sakarias Abduli 

Padahal narasi politik esensial adalah tindakan cinta, sebagaimana yang diucapkan dalam sebuah debat politik para kandidat di Andalusia, Spanyol, oleh seorang wanita bernama Teresa Rodriguez, seorang politikus ulung meskipun terdengar mulia tetapi sulit manakala berada di tengah selokan politik lintas partai dan daerah pemilihan,

Jika bercinta bisa menjadi tindakan politik, maka berpolitik juga bisa menjadi tindakan cinta. Dalil tersebut, dalam nada berbeda ditulis oleh Che Guevara, “Izinkan saya memberi tahu Anda, dengan risiko terdengar konyol, bahwa revolusioner sejati dipandu oleh perasaan cinta yang besar."

Orang-orang Yunani dan Romawi telah mengetahui bahwa salah satu hukuman bagi mereka yang menolak berpartisipasi secara aktif dalam politik adalah diperintah oleh orang-orang yang lebih rendah dari Anda.

Seperti sekarang, kita akan dipimpin oleh orang-orang penuh cinta dalam politik atau orang-orang penuh intrik politik demi cinta akan dirinya, partainya dan kepentingannya?

Saat Pemilu ini, kita pinjam pesan Zygmunt Bauman, seorang teoretis kritis dan sosiolog dari Polandia, bahwa “Politiklah yang mempunyai tanggung jawab untuk menjembatani kesenjangan hak dan kebebasan de jure dan hak dan kebebasan de facto."

Mari bersama merayakan Pesta Demokrasi di Negara kita dengan bebas dan penuh cinta.*

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved