Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 11 Februari 2024, Volo Mundare: Aku Mau, Jadilah Engkau Tahir!

Bacaan pertama membenarkan bahwa pada zaman  Perjanjian Lama, orang-orang kusta diasingkan-dikucilkan dalam pergaulan sosial.

|
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO - GKA GLORIA
Renungan harian katolik 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 11 Februari 2024 ditulis oleh RD. Dr. Maxi Un Bria.

Renungan Harian Katolik hari ini berjudul "Volo, Mundare: Aku mau, Jadilah Engkau Tahir!".

Berikut isi renungan hari ini.

Terasing, pengalaman yang membuat setiap orang tidak nyaman. Apalagi diasingkan dengan sengaja sebagaimana dialami para penderita kusta, sangat menyiksa batin. 

Bacaan pertama membenarkan bahwa pada zaman  Perjanjian Lama, orang-orang kusta diasingkan-dikucilkan dalam pergaulan sosial. Hal itu dilakukan dengan sadar untuk membatasi penularan penyakit kusta.

St. Damian de Veuster,  seorang misionaris SS.CC dari Belgia hidup dan melayani orang-orang kusta di Molokai Hawai pada periode tahun  1873-1889.  Ia berada di antara mereka dan bahkan tertular penyakit kusta hingga akhirnya meninggal karena menderita kusta

Pengalaman keterasingan bersama para orang kusta di pulau Molokai, tidak memadamkan imannya kepada Allah dan cintanya kepada sesama kusta yang dilayani.

Pater Damian de Veuster menunjukkan kepada kita, cinta  dan kepedulian yang besar dan tulus  terhadap orang-orang sakit, utamanya kaum kusta yang dibuang dan diasingkan di Pulau Molokai . Pater Damian menegaskan  Hukum cinta kasih mnegasihi Tuhan dengan segenap hati dan kekuatan dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Orang kusta  memiliki harapan dan optimisme. Ia mencari jalan untuk  bertemu dengan Yesus.   Tujuannya yakni meminta pertolongan Yesus untuk mentahirkannya dari derita kusta yang dialami.

Katanya, "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku",  Yesus yang penuh kasih tergerak hati karena belaskasihan dan berkata "Aku mau, jadilah engkau tahir; Volo Mundare“.

"Ama, Tulun ha’u lai ! Hau moras" Tuhan tolonglah saya. Saya sakit. Tebes Ha’u kakara. O diak ona! Benar, saya mau, jadilah engkau tahir.

Yesus peduli dan tergerak hatinya untuk menolong orang sakit. Semoga kita juga tergerak hati dan peduli untuk menolong orang sakit di sekitar kita.

Dengan memperhatikan mereka yang  sakit, sesungguhnya kita memperhatikan dan melayani  Tuhan sendiri. „ Apa yang kamu perbuat bagi salah seorang yang kecil dan hina  ini, kamu lakukan bagi Aku "Selamat Hari Orang Sakit Sedunia". (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved