Pilpres 2024

Banyak Kampus Kritik Presiden Jokowi, Anies Baswedan: Sikap Itu Tidak Datang Tiba-tiba

Belakangan ini, kritikan terhadap Presiden Jokowi datang silih berganti. Kali ini sorotan tersebut mengalir dari sejumlah kampus ternama di Indonesia.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
TIDAK TIBA-TIBA – Anies Baswedan calon presiden nomor urut 1 menyambut gembira sikap kalangan kampus terhadap demokrasi di Indonesia. Bahwa kritikan kampus itu tidak datang begitu saja. 

"Kalau kampus sudah bicara, itu artinya lampu merah. Harus menjadi evaluasi bersama," kata Muhaimin di Kota Serang, Banten, Jumat 2 Februari 2024.

Ia meminta agar Presiden Jokowi tidak gegabah menanggapi hal tersebut. Karena jika gegabah, makan akan terjadi kembali penggulingan kekuasaan seperti tahun 1998 silam.

"Tidak boleh gegabah mengabaikan. Karena kalau nggak, bisa terulang revolusi 98," ujar dia.

Ganjar: Selamatkan Demokrasi Indonesia

Sementara itu, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menilai apa yang sudah dilakukan kaum intelektual merupakan bentuk upaya rakyat untuk menyelamatkan nasib demokrasi di Indonesia.

"Dimulai dari UGM, terus kemudian UII, UI dan hari ini saya mendapatkan banyak sekali saya dengar dari Andalas, nanti UMY juga akan menyampaikan itu bahkan mereka sudah nadanya cukup-cukup keras begitu ya," kata Ganjar di Lapangan Watu Gajah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat 2 Februari 24.

Menurut Ganjar, demokrasi Indonesia yang telah lama dipupuk harus terus dijaga khususnya pada kontestasi politik lima tahunan.

Dirinya menilai tidak boleh ada intimidasi dan ketakutan bagi rakyat untuk menyuarakan hak berdemokrasi dan hak pilihnya.

Hak pilih rakyat dalam pemilu harus dijalankan secara aman dan damai serta berlangsung jujur dan adil.

"Artinya jangan sampai kita menggadaikan nilai demokrasi yang dibangun tinggi karena itu produk demokrasi begitu saja hilang karena kepentingan-kepentingan sesaat. Nah inilah para intelektual civil society yang mengingatkan kita semuanya mudah-mudahan kita ingat," ungkap Ganjar.

Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD enggan berkomentar lebih jauh terkait kritik akademisi terhadap Jokowi.

“Ini baru menggelinding sesudah Jokowi bilang presiden boleh kampanye. Ini kontroversi baru di kalangan akademisi. Karena ada pasal lain yang larang presiden tidak netral itu kan ada,” kata Mahfud dilansir dari kompas.tv.

Menurutnya usai Presiden sampaikan pernyataan soal kampanye membuat gerah banyak pihak.

“Timbul masalah seperti itu orang semakin gerah seperti UGM, jadi muncul. Saya enggak punya hubungan dengan itu. Saya lepaskan dulu status profesor saya. Yang saya katakan khawatir ada yang nilai macam-macam,” kata Mahfud.

Terpisah, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memberikan respons soal adanya petisi Bulaksumur yang digagas Universitas Gadjah Mada (UGM).

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved