Berita Timur Tengah Utara

Warga Kota Kefamenanu Geger Ditemukan Sosok Pria Dewasa Tewas Gantung Diri 

Sebelum menemukan korban, sekira pukul 08.00 Wita Angga sempat membersihkan rumput di sekitar halaman rumah tersebut

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DOKUMENTASI ISTIMEWA
Pose saat Tim Identifikasi Polres TTU melaksanakan pemeriksaan di TKP pada Kamis 1 Februari 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Warga Kota Kefamenanu, Ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) digegerkan dengan penemuan sesosok pria dewasa yang tewas gantung diri pada Kamis 1 Februari 2024.

Korban yang teridentifikasi bernama Yohanes Kenjam (37) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri pada sebuah batang pohon alpukat tepat di samping rumahnya.

Korban merupakan warga di Jalan Nuri, RT/RW 007/001, Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu, Provinsi NTT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, korban pertama kali ditemukan oleh ponakannya bernama Angga Tefa (21).

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tergantung pada batang pohon tersebut.

Korban diduga menggunakan tali rafia untuk menghabisi nyawanya.

Sebelum menemukan korban, sekira pukul 08.00 Wita Angga sempat membersihkan rumput di sekitar halaman rumah tersebut.

Baca juga: Sebelum Gantung Diri di Kantin, Siswa SMA Curhat Masalah Keluarga dan Pacar 

Ketika hendak pergi membuang rumput tersebut, Ia melihat korban tergantung di bawah pohon alpukat.

Melihat kondisi korban, Angga langsung berteriak histeris dan memanggil isteri korban yang sedang berada di dalam rumah.

Ketika mendengar teriakan Angga, Isteri Korban bernama Prima yang sedang menyusui anaknya langsung menemui Angga.

Karena dihantui syok dan tanpa bersuara, Angga langsung menunjuk ke arah korban yang sudah tak bernyawa di pohon alpukat.

Isteri korban kemudian menangis histeris ketika melihat kondisi. korban.

Mendengar tangisan tersebut, tetangga korban kemudian mendatangi TKP dan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

Korban selama ini bekerja sebagai Sales Supervisor di PT. Faromas Mayora di Kabupaten Belu selam tiga bulan terakhir.

Setiap Hari Sabtu, korban selalu kembali ke rumahnya.

Baca juga: Gadis 16 Tahun di Sumba Timur Ditemukan Gantung Diri, Keluarga Tolak Autopsi

Namun, pada Hari Kamis 25 Januari 2024 lalu, korban menginformasikan kepada isterinya bahwa pada Jumat tanggal 26 Januari 2024 korban akan berangkat ke Kota Kupang dalam rangka urusan kantor.

Ketika berada di Kota Kupang, korban dan isterinya sering berkomunikasi melalui handphone.

Korban terakhir kali berkomunikasi dengan isterinya pada Hari Selasa, 30 Januari 2024 sebelumnya akhirnya ditemukan meninggal dunia pada, 1 Februari 2024.

Saat dikonfirmasi, Kapolres TTU, AKBP Mohammad Mukhson, S. H., S. I. K., M. H melalui Kasatreskrim Polres Timor Tengah Utara, AKP Djoni Boro membenarkan adanya informasi tersebut.

Menurutnya, pihak kepolisian Polres TTU masih melakukan pendalaman terhadap motif korban mengakhiri hidupnya tersebut.

Ia menjelaskan bahwa, pihak kepolisian Polres Timor Tengah Utara masih menanti hasil visum dari dokter serta menanti hasil kesepakatan keluarga mengenai tindak lanjut kasus ini.

"Kami masih menunggu hasil visum dan rembuk keluarga nanti saya info ya,"pungkasnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved