Bansos 2024

Bansos Beras 10 Kg Akan Dilanjut sampai Juni 2024

Oleh karena itu, Jokowi meminta masyarakat yang belum menerima bantuan agar segera mendaftar.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/Dok.Setpres RI
Jokowi serahkan bansos beras 10 kg kepada warga di Cilegon pada Selasa (12/9/2023). Jokowi memastikan bansos beras akan disalurkan hingga Juni. 

POS-KUPANG.COM, SLEMAN - Bantuan sosial pangan atau bansos beras 10 kilogram akan diberikan kepada masyarakat hingga Juni 2024. Hal tersebut ditegaskan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi menghadiri pelaksanaan penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah di Gudang Bulog, Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (29/1/2024).

Baca juga: Muat 15 Ribu Domba dan Sapi, KM Bahijah Terdampar di Lepas Pantai Fremantle Australia Barat

"Yang paling penting Bapak/Ibu, Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni diberikan bantuan (beras). Sementara sampai Juni, nanti kalau APBN kita itung-itung cukup, bisa dilanjutkan lagi," kata Presiden Jokowi dikutip dari Kompas.com.

Oleh karena itu, Jokowi meminta masyarakat yang belum menerima bantuan agar segera mendaftar.

"Yang hadir di sini BLT EL Nino dapat? Tolong juga yang belum itu daftar. Karena ini akan keluar lagi BLT El Nino di Januari, Februari, Maret," katanya.

Jokowi lantas menjelaskan terkait bantuan sosial berupa beras yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

"Karena memang kenapa bantuan beras ini kita berikan? Karena memang di seluruh dunia, di semua negara, itu harga berasnya terkerek naik semuanya," ucapnya.

 

Produktivitas petani digenjot

Naiknya harga beras di semua negara lanjut Jokowi, karena banyak yang gagal panen. Hal itu terjadi karena adanya perubahan iklim.

"Tidak hanya di negara kita. Dulu 22 negara yang biasanya kita bisa beli, sekarang mereka setop. Tahun yang lalu setop tidak menjual berasnya lagi karena dipakai sendiri di negara masing-masing," bebernya.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, saat ini Indonesia kesulitan membeli beras dari negara-negara lain. Sebab beras dipakai sendiri untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Di sisi lain, Jokowi juga mengatakan sudah meminta kepada para petani agar produktivitas pada tahun ini ditingkatkan. Sehingga suplai beras cukup dan menjadikan harga tidak naik.

"Saya selalu menekankan kepada petani agar produktivitas kita tahun ini bisa ditingkatkan. Sehingga tidak menekan harga untuk naik lagi, karena kalau produktivitas padi kita turun seperti tahun kemarin, harga pasti otomatis naik karena suplainya tidak cukup, otomatis harga naik," pungkasnya.

Perlu diketahui, sejak Senin siang warga masyarakat penerima bantuan sosial sudah berdatangan di Gudang Bulog, Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Sekitar pukul 15.00 WIB, Jokowi tampak hadir di Gudang Bulog, Purwomartani.

Kehadiran Presiden Jokowi didampingi oleh antara lain oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi hingga Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. 

Setibanya di lokasi, Jokowi sempat meninjau salah satu penyimpanan beras. Kemudian Jokowi menemui dan berinteraksi dengan warga masyarakat penerima bansos. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved