Berita Kota Kupang

Progresif NTT Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

Direktur Progresif Wilayah NTT, dr Andree Hartanto menjelaskan, Progresif NTT adalah bagian dari Progresif Nasional fokus pada pemanfaatan

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Seminar dan pelatihan UMKM Naik Kelas di La Moringa Indonesia pada Minggu, 28 Januari 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Program Gotong Royong untuk Ekonomi Sejahteran dan Inklusif atau Progresif mendorong usaha kecil dan menengah (UMKM) bagi kaum disabilitas di Provinsi NTT untuk naik kelas.

Direktur Progresif Wilayah NTT, dr Andree Hartanto menjelaskan, Progresif NTT adalah bagian dari Progresif Nasional fokus pada pemanfaatan atau peningkatan ekonomi UMKM.

Menurutnya, penyandang Disabilitas membutuhkan wadah dan kesempatan untuk bisa tampil.

"UMKM sebagai salah satu dari fondasi utama perekonomian bangsa, ini penting. Teman-teman Disabilitas ini membutuhkan wadah, membutuhkan kesempatan, membutuhkan waktu untuk mereka itu bisa tampil," ungkap dr Andree Hartanto, Minggu 28 Januari 2024 malam usai Seminar dan Pelatihan UMKM Naik Kelas di La Moringa Indonesia.

CEO La Moringa Indonesia ini menilai, potensi karya kaum Disabilitas di NTT sangat besar. Namun kurang dipandang dan bahkan nyaris tidak punya wadah untuk bisa mengeksplor potensi.

Oleh karena itu, Progresif seluruh NTT mendorong supaya UMKM disabilitas bisa naik kelas. Menunjukkan produk-produknya kemudian menunjukkan hasil karyanya.Harapannya adalah terbukanya, terbangkitnya potensi-potensi anak-anak disabilitas NTT untuk  tunjukan produk-produk mereka sehingga mereka punya wadah untuk berkarya.

"Tadi ada tuna wicara, mereka bisa melukis. Produk-produk mereka akan dipajang di La Moringa Indonesia karena La Moringa sebagai salah satu bagian dari UMKM membuka diri selebar-lebarnya untuk karya-karya anak bangsa, karya-karya UMKM NTT baik normal maupun disabilitas itu diterima,"ujar Andree.

Serafina Bete perwakilan UMKM Disabilitas di Kota Kupang yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut mengatakan, bagaimana selama ini pelaku UMKM kaum disabilitas mempromosikan usaha masing-masing namun masih terkendala pemasaran, modal, pendampingan, pelatihan-pelatihan.

"Kebetulan hari ini kita diberikan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan progresif. Jadi kita betul-betul melihat bahwa ternyata ada program yang betul-betul mendukung teman-teman penyandang disabilitas. Kalau kami melihatnya memang ini satu hal yang terjadi, memang ini saat-saat politik jadi kita lebih berhati-hati ketika orang menempel kata-kata inklusif itu apa. Ini kebetulan ekonomi sejahtera dan iklusif, selama ini berbicara soal ekonomi tetapi belum mengakomodir kebutuhan disabilitas. Kami melihat dari progresif mereka sudah mulai melibatkan kawan-kawan disabilitas dan mereka mau mendengarkan apa yang kebutuhan dari teman-teman disabilitas," terangnya.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat secara umum bahwa kaum disabilitas tidak boleh dipandang sebelah mata atau orang nomor dua karena mereka terbatas secara fisik tapi secara intelektual mereka sama dengan kaum non Disabilitas.

"Harapannya ke depan Progresif NTT tidak hanya membantu atau melibatkan kami hanya untuk mendukung kegiatan mereka selama masa pemilu. Tetapi setelah pemilu pun tetap berkolaborasi. Ada keberlanjutan," ungkapnya Serafina.

Baca juga: Gaet Wisatawan Tiongkok ke Labuan Bajo, La Moringa Ikut Familiarity Session Trip

Kemudian Gledis dalam seminar ini menyampaikan kiat suksesnya sebagai pelaku UMKM hingga produknya bisa dikenal banyak orang dan bahkan diekspor ke luar negeri.

"Awal mula susah, bahan bakunya dimana, sudah dipasarkan kemana saja dan kolaborasi sama siapa saja. Di sini juga Morige mengajak pelaku UMKM Jajan Air Mata untuk berkolaborasi dengan Morige ke depannya," tutupnya.

Dalam seminar dan pelatihan UMKM Naik Kelas ini diikuti sekitar 120-an peserta kaum disabilitas di Kota Kupang. (dhe)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved