Vatikan
Polisi di Roma Tahan Pria yang Membawa Pisau di Jalan Menuju Vatikan
Kantor berita Italia ANSA mengatakan pisau itu ditemukan saat pemeriksaan tas sebagai bagian dari pengamanan rutin bagi masyarakat yang mendekati alun
POS-KUPANG.COM, ROMA - Polisi di Kota Roma menahan seorang pria Italia yang ditemukan dengan pisau di tasnya di jalan raya menuju Lapangan Santo Petrus beberapa jam sebelum Paus Fransiskus muncul setiap minggu di jendela istana Vatikan pada hari Minggu (28/1/2024).
Kantor berita Italia ANSA mengatakan pisau itu ditemukan saat pemeriksaan tas sebagai bagian dari pengamanan rutin bagi masyarakat yang mendekati alun-alun.
Pria berusia 52 tahun asal Calabria, Italia selatan, diyakini mengalami gangguan mental dan pihak berwenang mengatakan tidak ada dugaan terorisme, ANSA melaporkan.
Media Italia mengatakan pria itu bentrok dengan polisi, dan seorang petugas terluka ringan.
Pihak berwenang berusaha mencari tahu mengapa pria itu membawa barang tersebut.
Meski demikian, penampilan Paus di jendela (basilika Santo Petrus) pada siang hari berjalan sesuai jadwal, saat ia menyapa sekitar 20.000 orang di alun-alun selama tradisi adat hari Minggu.
Menyerang gereja di Istanbul
Dua penyerang bertopeng menyerang sebuah gereja Katolik Roma di Istanbul selama perayaan misa hari Minggu, menewaskan satu orang, kata para pejabat Turki.
Menurut pernyataan yang diposting di X oleh Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya, para penyerang bersenjata menyerang Gereja Santa Maria di distrik Sariyer pada pukul 11:40 waktu setempat. Dia tidak merinci jenis senjata apa yang digunakan atau apakah ada orang lain yang terluka.
Yerlikaya mengutuk serangan itu dan mengatakan pihak berwenang sedang berupaya menangkap para penyerang. Investigasi telah dibuka.
Berbicara kepada wartawan, Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu menyampaikan belasungkawa dan dukungannya terhadap kelompok agama minoritas di kota tersebut, yang seperti Turki secara keseluruhan, mayoritas penduduknya beragama Islam.
“Tidak ada kelompok minoritas di kota atau negara ini. Kita semua adalah warga negara sebenarnya,” katanya.
Dalam sambutannya kepada publik di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu, Paus Fransiskus mencatat serangan tersebut.
“Saya mengungkapkan kedekatan saya dengan komunitas (gereja) di Istanbul, yang selama Misa mengalami serangan bersenjata yang menyebabkan satu orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka,” kata Paus.
Berbicara kepada Associated Press, keponakan korban mengidentifikasi pria yang meninggal itu sebagai Tuncer Cihan. Dia mencatat bahwa sasarannya adalah gereja dan bukan pamannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Vatikan_0693.jpg)