Senin, 4 Mei 2026

Liputan Khusus

Masyarakat Weliman NTT Alami Krisis Air Bersih, Pemda Jajaki Pengadaan Sumur Bor

Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, SSos menyebut, solusi itu yakni pengadaan sumur bor

Tayang:
Penulis: Novianus L.Berek | Editor: Ryan Nong
POS KUPANG/NOFRY LAKA
Warga Desa Taaba Weliman, Meliana Hoar, menjunjung jeriken berisi air bersih yang diambilnya dari sumber mata air di Desa Haitimuk sambil memegang anaknya. 

POS-KUPANG.COM, BETUN - Pemerintah Kabupaten Malaka menawarkan solusi tepat untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat Desa Taaba, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.

Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, SSos menyebut, solusi itu yakni pengadaan sumur bor.

Louise mengatakan, krisis air bersih sellau terjadi setiap tahun di wilayah tersebut. Selama ini pemerintah daerah pun sudah melakukan pendistribusian air bersih ke masyarakat dengan memobilisasi mobil tangki air yang ada di tiap kecamatan di Kabupaten Malaka.

Namun cara itu adalah untuk mengatasi krisis air bersih untuk jangka pendek.

Baca juga: Kepala Desa Taaba Malaka Atasi Krisis Air Bersih dengan Pola Bagi Air Gratis 

Baca juga: Tak Ada Sumber Mata Air, Masyarakat Weliman NTT Alami Krisis Air Bersih

"Solusi jangka pendek distribusi air bersih dengan mobil tangki air per Kecamatan. Tapi kelihatannya hal itu tidak efektif sehingga kita harus memikirkan langkah lain untuk mengatasi krisis air bersih di Desa Taaba itu," kata Louise Lucky Taolin atau akrab disapa Kim Taolin, kepada Pos Kupang, Senin (22/1).

Menurut Kim Taolin, dalam kunjungan ke wilayah Desa Taaba beberapa waktu lalu, masyarakat mengeluhkan tentang ketersediaan air bersih disana. Karena itu, dalam waktu dekat dia akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk bisa mengatasi persoalan masyarakat Desa Taaba itu.

"Saya akan mencoba koordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Belu untuk meminjamkan alat listrik semacam gali sumur bor air untuk datangkan ke Malaka. Sebab, di Malaka belum ada alat listrik untuk gali sumur bor air tersebut," kata Kim Taolin.

Terkait anggaran mendatangkan alat penggali sumur bor air ke Malaka, Kim Taolin mengatakan, pihaknya akan mendiskusikannya dengan DPRD Kabupaten Malaka untuk bersama- sama mencari solusi terbaik untuk masyarakat Taaba.

Sebab, kata Kim Taolin, air bersih menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat dimanapun dia berada karena itu, persoalan tersebut harus diatasi bersama-sama.

"Kalau sampai pinjam alat gali sumur bor air itu membutuhkan anggaran maka kita diskusikan dengan bapak ibu DPRD Kabupaten Malaka. Tapi kita tetap upayakan supaya datangkan alat tersebut tanpa ada anggaran karena semua demi keselamatan masyarakat yang huni bumi ini," tutupnya. (nbs)

 

Aktifkan Mobil Tangki

Anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi Partai Gerindra, Fransiskus Xaverius Taolin menyarankan kepada pemerintah daerah untuk mengaktifkan mobil tangki air ke masyarakat Desa Taaba, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.

Menurut Ans Taolin sapaan Fransiskus Zaverius Taolin, mobil tangki air milik pemerintah daerah itu ada di setiap kecamatan. Karena itu, jika masyarakat Desa Taaba kesulitan air bersih maka pemerintah mesti mengaktifkan mobil tangki itu kesana.

Ans Taolin mengatakan, Kabupaten Malaka memiliki 12 Kecamatan yakni Kecamatan Malaka Tengah, Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Wewiku, Kecamatan Weliman, Kecamatan Rinhat, Kecamatan Io Kufeu, Kecamatan Sasitamean, Kecamatan Laenmanen, Kecamatan Malaka Timur, Kecamatan Kobalima, Kecamatan Kobalima Timur, Kecamatan Botin Leobele. Setiap kecamatan itu sudah memiliki mobil tangki.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved