Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 28 Januari 2024, Cara Yesus Mengusir Roh Jahat
ketika terus dibujuk, dirayu, diberi angin dan janji-janji manis,ia akan luluh dan serah diri kedalam kejahatan .
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 28 Januari 2024 dengan judul Cara Yesus Mengusir Roh Jahat.
Renungan Harian Katolik Minggu 28 Januari 2024 dengan judul Cara Yesus Mengusir Roh Jahat ditulis Oleh Pater Chris Surinono, O.C.D dan mengacu dalam Bacaan Injil: Markus: 1: 21-28
“Setiap pribadi seperti bulan, selalu ada sisi gelap yang tidak diperlihatkan, demikian kata Mark Twain”. Namun demikian, manusia pada dasarnya, yakni dari penciptaannya adalah baik. Allah tidak menciptakan setengah manusia gelap dan terang. Tapi utuh, dan dipanggil kepada keutuhan diri dalam Allah.
Markus dalam perikop Injil hari ini berbicara tentang Yesus yang mengajar dengan penuh kuasa. Dan kekuasaan itu nyata diperlihatkan dengan mengusir roh jahat. Yesus “mengajarsebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat”.
Markus mau mewartakn tentang siap sebenarnya Yesus ini. Ia adalah pribadi yang “mengajar sebagai orang yang berkuasa” artinya:
Pertama Ia memiliki kekuatan moral untuk berbicara, karena apa yang ia katakan, itu yang ia lakukan. Kesesuaian antara tidakan, hidup dengan apa yang diajarkan menjadi satu kekuatan moral.
Kedua, kuasa itu dimiliki oleh Yesus, bukan diberikan dan Yesus pun tidak mengharapkan apa-apa, baik pengakuan sosial dan ekonomi. Bebas dari ikatan sosial dan ekonomi membuat Yesus bicara sebagaimana seharusnya, sehingga tidak sedikit kita membaca pernyataan Yesus yang dimulai dengan: Aku berkata kepadamu…atau Aku adalah…. Dua hal ini yang tidak dimiliki oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.
Ketika sedang mengajar dalam rumah ibadat, Yesus bertemu seorang orang yang kerasukan roh jahat. Kita pasti pernah lihat, membaca atau menyaksikan orang yang dirasuki roh jahat. Ia tidak lagi menguasai dirinya sendiri, melainkan dikendalikan oleh roh jahat.
Ia tidak bisa menentukan arah hidupnya lagi, tapi oleh roh jahat. Ketika bertemu Yesus, segera ia katakan: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nasaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, yakni Yang Kudus dari Allah!
Pertanyaan pertama, roh jahat mau tegaskan kepada Yesus supaya jangan ganggu urusan dan kerjaannya. Ia pun tidak mengganggu urusan dan pekerjaan Yesus. Tapi, roh jahat bukan tuan dari manusia. Tuan dari manusia adalah dirinya dan Penciptanya, sehingga mustahil manusia dipisahkan dari Tuhannya.
Berpisah dari Tuhan atau tidak mencari Tuhan artinya bersatu atau dikuasai dengan roh jahat. Pertanyaan kedua timbukatas dorongan ketakutan. Roh jahat takut dibinasakan oleh Yesus.
Kejahatan tidak akan pernah menang atas kebaikan.Jadi jangan takut berbuat baik sebanyak mungkin. Berhadapan dengan kebaikan dan kemurnian hati, kejahatan dan kebohongan sudah takut dengan sendirinya.
Demikian juga, roh jahat itu mengakui sebagai lebih dari satu: “membinasakan kami”. Kejahatan selalu berwajah banyak, bergerombolan, ramai-ramai, berjemaah. Hanya kebaikan dan kebenaran bisa berdiri sendiri, tunggal, tidak bercabang. Lalu, ketiga adalah sebuah pernyataan yang mengakui kekudusan Yesus: Aku tahu siapa Engkau, yakni yang Kudus dari Allah!.
Dua pertanyaan dan satu pernyataan roh jahat adalah strategi dan siasat roh jahat untuk membujuk rayu, pelan, perlahan dan pasti untuk menguasai. Siasatnya setan itu pelan dan halus. Ia tidak serta merta, serentak, tapi mengikuti irama keinginan dan nafsu manusia.
Ia tahu kelemahan manusia ketika terus dibujuk, dirayu, diberi angin dan janji-janji manis,ia akan luluh dan serah diri kedalam kejahatan dan pada akhirnya dikuasai oleh roh jahat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-Chris-Surinono-OCD.jpg)