Berita Timor Tengah Selatan
DPRD Timor Tengah Selatan Klaim Penanganan Rabies di TTS Berjalan Baik
Dirinya meminta dukungan pemerintah untuk penanganan secara cepat, terutama oleh bidang-bidang yang bertanggungjawab, agar kasus ini perlahan-lahan
Penulis: Adrianus Dini | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini
POS-KUPANG.COM, SOE - Wakil Ketua DPRD Timor Tengah Selatan, Religius Usfunan menyebut, penanganan rabies di Kabupaten TTS telah berjalan baik.
Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena telah membentuk satgas penanganan virus rabies dan satgas ini telah maksimal menjalankan tugas.
"Untuk penanganan virus rabies di kabupaten Timor Tengah Selatan sebetulnya kita perlu berterima kasih karena sudah ada pembentukan satgas penanganan virus rabies. Untuk penanganan selama ini berjalan baik," ungkapnya.
Meskipun demikian kata Religius, kasus gigitan HPR di TTS terus mengalami peningkatan.
"Memang kasus gigitan masih ada, tetapi oleh satgas sudah diimbau agar korban kasus gigitan langsung dibawa ke faskes untuk mendapatkan vaksin," ujarnya.
Dirinya meminta dukungan pemerintah untuk penanganan secara cepat, terutama oleh bidang-bidang yang bertanggungjawab, agar kasus ini perlahan-lahan diatasi.
"Untuk penanganan yang maksimal, perlu ada kerja sama antara masyarakat dan pemerintah," tuturnya.
Dirinya menyoroti, persoalan yang menyebabkan penanganan virus rabies seperti tidak maksimal ada pada penganggaran.
"Persoalannya ada pada penganggaran. Kendala anggaran ini yang menyebabkan langkah penanganan berjalan di tempat," ujarnya.
Dia meminta pemerintah untuk secara serius memperhatikan penganggaran.
"Kita harap agar pemerintah tidak hanya berkomentar soal penanganan, tetapi perlu memperhatikan penganggaran. Kita prihatin dengan teman-teman yang ada di lapangan. Intinya semua tim yang terlibat bekerja di lapangan perlu diperhatikan juga," katanya.
Di tahun 2023 kata Religius, anggaran belum dapat digunakan setelah pihak pemkab berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Baca juga: Sukseskan Pemilu 2024, KPU Timor Tengah Selatan Lantik Petugas KPPS Lokasi Khusus Rutan SoE
"Di tahun 2023 lalu anggaran dana belanja tak terduga belum bisa digunakan karena berdasarkan penjelasan pak bupati dan pak sekda bahwa setelah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan badan nasional penanggulangan bencana dana BTT tidak dapat digunakan untuk penanganan rabies," terangnya.
Dirinya menyebut ada anggaran untuk penanganan rabies.
| Silaturahim ke Timor Tengah Selatan, Pangdam IX Udayana Tekankan Kekompakan |
|
|---|
| Mobil Kejaksaan Negeri TTS Tabrak Suami Istri Hingga Tewas |
|
|---|
| Pansus Penolakan Peralihan Status Cagar Alam Mutis Serahkan Hasil Rekomendasi ke KLHK Pekan Depan |
|
|---|
| Masyarakat Adat di Kaki Gunung Mutis Timor Tengah Selatan Ancam Gelar Ritual Hentikan Aliran Air |
|
|---|
| Unimor Gandeng Unmas Terapkan Model Integrated Farming ke Kelompok Tani dan PPK di Desa Nunbena TTS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Wakil-ketua-DPRD-Timor-Tengah-Selatan-Religius-Usfunan.jpg)