Rabu, 6 Mei 2026

Liputan Khusus

Begini Kata Pengamat Soal Anak Kaskostrad Mengajar Bahasa Indonesia di Perbatasan Timor Leste

Wulakada menyebut hal tersebut sebagai langkah ini sangat positif, terutama untuk daerah yang memiliki keterbatasan dan terkategori sebagai daerah 3T

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Letda Archi, Danpos Nanaenoe Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Sektor Timur dan anggota mengajar bahasa Indonesia bagi siswa SD di perbatasan Timor Leste 

"Kondisi nyata saat ini menunjukkan bahwa banyak anak-anak yang belum lancar berbahasa Indonesia, namun lebih fasih dalam bahasa daerah. Dengan harapan, ke depannya mereka sudah bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan lancar ketika ingin melanjutkan sekolah ke daerah lain," tambah Letda Archi.

Menurutnya, usia SD seperti ini tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan kebangsaan yang memadai untuk mewarnai perjalanannya meraih cita-cita di masa yang akan datang guna tumbuhkan rasa bela negara, dan rasa cinta tanah air.

"Pemberian pengetahuan wawasan kebangsaan kepada murid SD materinya kami sesuaikan dengan levelnya/kemampuan daya pikir anak setingkatnya. Tentunya dengan pola mengajak kembali untuk mengingat nama para pahlawan nasional serta perjuangannya, menyanyikan lagu-lagu nasional, tanamkan nilai-nilai saling menghormati, kesetiakawanan, dan sopan santun serta memotivasi meningkatkan minat belajar sebagai bagian dari perjuangan adik-adik siswa-siswi sekolah dasar untuk meraih cita-citanya," jelasnya.

Letda Archi mengakui bahwa respons yang diterima dari anak-anak dan pihak sekolah sangat baik. "Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelajaran yang diberikan," pungkasnya.

 

Lebih tertib dan disiplin

Kegiatan perbantuan tenaga pendidik yang dilakukan Danpos Nananoe dan anggota Satgas 742/SWY mendapat respon positif dari guru, orangtua, dan murid SD Inpres Nananoe.

Diana Moni, murid kelas 6 SDI Nanaenoe, menyampaikan terima kasih atas kehadiran TNI di sekolah. Menurutnya, kehadiran TNI membuat dirinya menjadi lebih tertib dan memberikan banyak pelajaran yang bermakna bagi anak-anak SD Inpres Nanaenoe untuk mengejar cita-cita.

"Harapan kami Bapak TNI harus selalu hadir, mengayomi, dan memberikan kami lebih banyak pelajaran. Terima kasih untuk Bapak TNI," ungkap Diana Moni. Rabu (24/1).

Mateus Kehi, orangtua murid, juga mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilakukan anggota Pos Nananoe. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut terus dan mengakui bahwa kehadiran anggota pos Nananoe dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak dan antusiasme mereka untuk menjadi lebih baik.

Kepala Sekolah SDI Nanaenoe, Paulus Seran turut menyampaikan terima kasih kepada prajurit Satgas 742/SWY yang membantu mengajar siswa di sekolah.

Ia menyatakan kebanggaan dan terima kasih karena TNI tidak hanya bertugas menjaga perbatasan, tetapi juga membantu mencerdaskan generasi muda di Nanaenoe. "Anggota Satgas yang membantu mengajar ini melihat jam kosong di kelas dan kami mengizinkan mereka untuk mengajar anak-anak. Mereka mengajar Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Kami menyambut baik kolaborasi antara TNI dan sekolah demi memajukan pendidikan di Kabupaten Belu," pungkasnya.

 

Jadi pagar hidup

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan, Dansatgas 742/SWY Sektor Timur, Mayor Inf Trijuang Danarjati menyampaikan, program tenaga pendidik di sekolah-sekolah, terutama di wilayah perbatasan, menjadi bagian integral dari program Satgas Pamtas.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved