Pilpres 2024

Presiden Jokowi Nyatakan Pejabat Boleh Kampanye, Jazilul Fawaid Jawab: Itu Bentuk Kepanikan

Presiden Jokowi secara blak-blakan menyatakan bahwa semua pejabat boleh kampanye, termasuk Presiden. Pasalnya, itu hak politik setiap orang.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
BOLEH KAMPANYE – Presiden Jokowi secara mengejutkan menyampaikan bahwa pejabat negara boleh kampanye. Menteri bahkan presiden boleh kampanye. Di negara demokrasi, itu hal politik setiap orang. 

POS-KUPANG.COM – Presiden Jokowi secara blak-blakan menyatakan bahwa semua pejabat boleh kampanye, termasuk Presiden. Pasalnya, hal tersebut merupakan hak politik setiap orang. Bahkan ia juga menyebutkan bahwa presiden boleh memihak.

Presiden Jokowi mengungkapkan hal tersebut ketika memberi respon atas wacana yang berkembang saat ini dimana sejumlah Menteri ikut berkampanye memenangkan salah satu pasangan capres dan cawapres walau Menteri tersebut bukan bagian dari tim pemenangan parpol.

Dikatakannya, setiap orang di negara demokrasi memiliki hak politik yang harus dihargai. “Hak demokrasi, hak politik setiap orang. Setiap menteri sama saja.”

Demikian kata Presiden Jokowi seusai menyaksikan penyerahan sejumlah Alutsista yang dilakukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada TNI, di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu, 24 Januari 2024.

Presiden Jokowi menyebutkan bahwa sebagai pejabat boleh berkampanye. Bukan hanya menteri, tetapi presiden sekalipun boleh berkampanye. “Presiden itu boleh loh kampanye, boleh loh memihak. Boleh,” kata Jokowi.

“Boleh, kita ini pejabat publik sekaligus pejabat politik, masa gini gaboleh gitu gaboleh, boleh menteri juga boleh,” imbuhnya.

Menurut Presiden yang paling penting adalah saat berkampanye tidak menggunakan fasilitas negara.

“Itu saja yang mengatur, itu hanya tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” pungkasnya.

Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan pun menanggapi pernyataan Joko Widodo (Jokowi) tertentu.

Anies mempertanyakan pernyataan kepala negara tersebut. Sebab sebelumnya Presiden Jokowi mengaku akan netral pada pilpres 2024.

“Sebelumnya yang kami dengar adalah netral, mengayomi semua, memfasilitasi semua,” kata Anies di Yogyakarta, Rabu.

Sebab itu, Anies menyerahkan penilaian sikap Jokowi itu kepada masyarakat. Dia meyakini publik makin cerdas.

“Jadi kami serahkan saja kepada masyarakat indonesia untuk mencerna dan menilai,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jazilul Fawaid: Presiden Jokowi Panik

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid, menanggapi pernyataan Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut presiden boleh berkampanye untuk pasangan calon (paslon) tertentu.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved