Berita NTT

British Council Memberikan Pelatihan kepada 30 Orang Staf Diskominfo Provinsi NTT

British Council memberikan pelatihan kepada 30 orang staf Diskominfo terpilih pada 23 - 25 Januari 2024 di Aula Diskominfo NTT, Jl. Palapa Kupang.

|
Editor: Dion DB Putra
BRITISH COUNCIL
British Council memberikan pelatihan kepada 30 orang staf Diskominfo NTT pada 23 - 25 Januari 2024 di Aula Diskominfo NTT, Jl. Palapa Kupang. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – British Council menyelenggarakan Training of Trainers bertajuk Inclusive Digital Skills Training untuk para staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam rilis yang diterima Pos Kupang, Kamis (25/1/2024), dijelaskan langkah ini merupakan wujud komitmennya mengatasi kesenjangan digital dan mendorong partisipasi digital yang inklusif.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Proyek Skills for Inclusive Digital Participation (SIDP) yang didanai oleh Foreign Commonwealth and Development Office (FCDO) Inggris.

British Council memberikan pelatihan kepada 30 orang staf Diskominfo terpilih pada 23 - 25 Januari 2024 di Aula Diskominfo NTT, Jl. Palapa Kupang.

Upaya strategis ini bertujuan mendukung staf Diskominfo dalam melayani dan melatih keterampilan digital di komunitas mereka. Fokus khusus pada kelompok yang terpinggirkan secara digital seperti pemuda dari latar belakang ekonomi rendah, perempuan, dan penyandang disabilitas.

British Council memberikan pelatihan kepada 30 orang staf Diskominfo NTT  pada 23 - 25 Januari 2024 di Aula Diskominfo NTT, Jl. Palapa Kupang.
British Council memberikan pelatihan kepada 30 orang staf Diskominfo NTT pada 23 - 25 Januari 2024 di Aula Diskominfo NTT, Jl. Palapa Kupang. (BRITISH COUNCIL)

Sejak tahun 2022, proyek ini telah dilaksanakan di Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Proyek ini telah melatih 133 pelatih tingkat komunitas, 4.119 peserta dilatih keterampilan digital inklusif dasar, dan 1.450 peserta dilatih keterampilan digital tingkat menengah.

"Kami sangat senang bahwa SIDP telah diakui oleh pemerintah Indonesia dan digunakan sebagai panduan teknis untuk pelatihan pengembangan kapasitas bagi staf mereka," kata Direktur British Council Indonesia dan Pimpinan Klaster Asia Tenggara, Summer Xia.

"Hal ini menunjukkan bahwa konten digital inklusif yang telah kami kembangkan dapat langsung berkontribusi pada pembangunan kapasitas yang efektif di tingkat pemerintahan dan berfungsi sebagai referensi untuk pendidikan digital inklusif di masyarakat," kata Summer Zia.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey mengatakan program SIDP adalah bentuk komitmen Inggris dalam mendukung transformasi digital Indonesia, khususnya di Timur Indonesia.

"Dengan membekali individu dan komunitas dengan keterampilan digital yang esensial, kita bersama-sama membangun masyarakat yang lebih inklusif dan terhubung sehingga mereka dapat mengakses pelayanan, meningkatkan kesempatan kerja, meningkatkan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Jermey.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Frederik CP Koenunu (kiri).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Frederik CP Koenunu (kiri). (BRITISH COUNCIL)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi NTT, Frederik CP Koenunu, mengatakan pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi NTT sangat berterima kasih kepada British Council dalam penyelenggaraan program-program yang menyentuh sampai pada tingkat kebutuhan SDM ASN.

"Program SIDP menjadikan ASN sebagai inspirator, motivator, serta evaluator bagi seluruh penyelenggara pemerintah. Pelatihan ini turut mendukung dalam mempersiapkan ASN sebagai katalisator guna memberikan inovasi-inovasi, khususnya dalam hal transformasi digital. ASN menjadi sangat terbantu dalam beradaptasi khususnya dalam pemanfaatan TIK sehingga mampu memberikan pelayanan prima," kata Koenunu.

Menurut Summer Xia, British Council tetap teguh dalam mendorong perubahan positif melalui pendidikan digital, memajukan tujuan Indonesia Makin Cakap Digital dan memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal di era digital.

"SIDP tidak hanya tentang membekali individu dengan keterampilan digital; ini tentang memberdayakan komunitas dan membina rasa inklusi yang mendalam," demikian Summer Xia. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved