Lewotobi Erupsi
Dua Warga Swedia Nekat Berkemah di Lereng Gunung Lewotobi, Warganet Maklumi, Mungkin Sedang Riset
Berita mengenai dua warga negara Swedia yang nekat berkemah di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki yang dirilis Kompas.com sedang erupsi viral.
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM - Berita mengenai dua warga negara Swedia yang nekat berkemah di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki yang dirilis Kompas.com sedang erupsi viral.
Sejak diposting akun instagram NTT-update Kamis 18 Januari 2024 pagi, sudah disukai 7,813 warganet diserta komentar sekenanya..
"Baru habis nonton di berita ju bilang dong 2 mo abadikan moment," kata mhegawea.
"Namanya juga bule intinya kemping dolo mo hangus urusan belakangan," koment heyyyy_im_beti.
"Ini buntiana dong memang paling suka bikin susah orang," fandi.sine
"Lagi melakukan riset mnkin," komen cha._tulle
"Kakak-kakak bule dong sonde mau di Lelogama beach sa ko?" komen farhan_anggori.
"Baptua dong mau cari suasana baru," komen chesseee__burger
"Pasti sponsor redbull luar negeri, kalau redbull dalam negara ga tau," komen rzldyxx
"Tutorial meninggoy," komen isyana_nurdin.
"Bule lebih suka yg menantang seperti inilah," komen dipah.
Akun Kupang Today juga turut mengomentari aksi dua warga Swedia tersebut. Tapi cara koment beda dengan yang lain.
Kalau kebanyakan warganet mengomentarinya menggunakan bahasa Indonesia (dialek Kupang), akun Kupang Today justru menggunakan bahasa Inggris. Alasannya jelas, supaya dua warga negara Swedia tersebut bisa baca dan paham apa yang disampaikan.
"Life given by God is a precious gift. Do not squander this blessing with actions that jeopardize your own well-being. Every day is a new opportunity to appreciate, love, and safeguard this life. Remember, in taking care of yourself, we show respect to the giver of life. Value every breath as a gift, and make your life a testament of gratitude for God's goodness," komen Kupang Today.
(Hidup yang diberikan Tuhan adalah anugerah yang sangat berharga. Jangan menyia-nyiakan nikmat ini dengan tindakan yang membahayakan kesejahteraan Anda sendiri. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menghargai, mencintai, dan menjaga kehidupan ini. Ingat, dalam menjaga diri, kita menunjukkan rasa hormat kepada pemberi kehidupan. Hargai setiap nafasmu sebagai anugerah, dan jadikanlah hidupmu sebagai bukti rasa syukur atas kebaikan Tuhan).
Baca juga: Ular Kepala Dua Muncul di Hokeng Jaya, Warga Lereng Gunung Lewotobi: Kami Tidak Tahu Pertanda Apa
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.