Berita Ngada

Rumah Posyandu di Ngada Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

prihatin warga lain yang rumahnya rusak akibat diterjang angin puting beliung. Dia pun ikut membantu warga memperbaiki

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Rumah Posyandu di Desa Wue, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, rusak diterjang angin puting beliung, Selasa 16 Januari 2024.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Rumah Posyandu di Desa Wue, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, rusak akibat diterjang angin puting beliung, kemarin, Senin 15 Januari 2024.

Kepala Desa Wue, Yohanes Ndalu menerangkan, kerusakan Rumah Posyandu parah. Semua atapnya diterbangkan puting beliung.

Akibatnya saat ini Rumah Posyandu yang biasanya melayani warga Dusun Ramboniki itu tidak bisa difungsikan. Warga Dusun Ramboniki beralih mengakses pelayan di Kantor Desa Wue.

Pantauan POS-KUPANG.COM, selain atap, tembok dan jendela rumah Posyandu juga rusak. Rumah Posyandu Dusun Ramboniki ini merupakan satu - satunya fasilitas umum di Desa Wue yang terdampak angin puting beliung.

Baca juga: Anak Sekolah Ngada Sisihkan Uang Saku untuk Korban Erupsi Lewotobi

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngada, sejak kemarin sudah turun ke lokasi untuk mendata rumah warga yang rusak.

Kepala Pelaksana BPBD, Emanuel Kora, mengatakan jumlah rumah warga yang rusak mencapai 20 rumah. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada untuk penanganan terhadap rumah warga yang rusak.

Sementara itu data yang dihimpun POS-KUPANG.COM dari Pemerintah Desa Wue dan Kecamatan Wolomeze, jumlah rumah yang rusak mencapai 27 rumah.

"Kami tentu berkoordinasi dengan BPBD dan melaporkan hasil pendataan kami," ujar Yohanes Ndalu, Kepala Desa Wue.

Tanaman Jagung Diterpa Angin Puting Beliung 

Tanaman jagung milik warga Desa Wue, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada rata dengan tanah akibat diterjang angin puting beliung kemarin, Senin 15 Januari 2024.

Menurut warga, mereka dipastikan gagal panen akibat kejadian tersebut. "Kalaupun dia berbuah nanti pasti sudah tidak normal, tidak ada isi," ujar Longginus Yoseph Roga, salah satu petani terdampak puting beliung, Selasa 16 Januari 2024 di Desa Wue.

Longginus menyebut tanaman jagung miliknya yang diterjang angin puting beliung seluas setengah hektare. Longginus sedih, jerih payahnya lenyap sekejap.

Meski demikian Longginus bersyukur angin puting yang terjadi di Desa Wue tidak memakan korban jiwa.

Baca juga: Penasihat Menkumham Sebut Tenun Ikat Ngada Sudah Terdaftar di Kemenkumham dan Diakui WIPO

Tanaman jagung milik warga Desa Wue, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, yang terdampak angin puting beliung, Selasa 16 Januari 2024. 
Tanaman jagung milik warga Desa Wue, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, yang terdampak angin puting beliung, Selasa 16 Januari 2024.  (POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI)

Longginus juga prihatin warga lain yang rumahnya rusak akibat diterjang angin puting beliung. Dia pun ikut membantu warga memperbaiki rumah yang rusak. "Kalau rumah saya aman. Hanya kebun jagung saja yang rusak," ujar Longginus.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved