Angin Puting Beliung di Ngada

Balita di Ngada Selamat dari Angin Puting Beliung

Sambil mendekap Elgio di sudut kamar, Yuliana Ilu menyaksikan dengan jelas angin puting beliung mengangkat atap rumah mereka. 

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI
Viktoria Seneng dan keluarga, warga Desa Wue, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada terdampak angin puting beliung, Selasa 16 Januari 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Elgio Maki, balita laki - laki berusia 2 tahun di Desa Wue, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, selamat dari terjangan angin puting. 

Elgio dan ibunya, Yuliana Ilu (25), sedang tidur di kamar kamar saat angin puting beliung menyasar rumah mereka, Senin 15 Januari 2024, sekitar pukul 15.00 Wita. 

Yuliana Ilu terbangun ketika mendengar suara gemuruh di atap rumah. Dia lalu bergegas menggendong Elgio  menepi ke sudut kamar. 

Sambil mendekap Elgio di sudut kamar, Yuliana Ilu menyaksikan dengan jelas angin puting beliung mengangkat atap rumah mereka. 

Setelah situasi kembali normal ibu dan anak ini pun keluar rumah. Mereka melihat tanaman jagung samping kanan dan kiri rumah sudah rata tanah. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Angin Puting Beliung Terjang Rumah Warga di Ngada, Jaringan Internet Hilang

Sementara itu atap rumah mereka bertebaran dimana - mana, bahkan ada yang tersangkut di pohon kemiri yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari rumah. 

Meski demikian, Yuliana sangat bersyukur ia dan anaknya selamat dari kejadian itu. Menurutnya, angin puting sangat kencang dan bisa saja mengangkat putranya dari tempat tidur.

Beruntung pula atap rumah tidak kembali menimpa mereka berdua di kamar. Saat ini untuk sementara Yuliana dan keluarga mengungsi ke rumah tetangga terdekat.

Viktoria Seneng, Ibunda dari Yuliana atau oma dari Elgio, menuturkan, kejadian angin puting beliung begitu cepat. "Awalnya ada bunyi seperti bunyi helikopter. Tapi pas kami lihat di luar, ternyata ada angin putar deras sekali," ujarnya. 

Dia menyebut angin puting beliung muncul saat sedang terjadi hujan bersamaan dengan petir dan terlihat menakutkan. 

Menurutnya angin puting beliung tidak hanya merusak rumah dan tanaman jagung tetapi juga menumbangkan pohon - pohon  seperti jati, bambu, kemiri dan pepohonan lainnya. 

 

"Syukur saya punya anak dan cucu ni tidak apa-apa. Biar ini rumah rusak kita bisa pelan - pelan perbaiki. Yang penting kita manusia ni selamat," ujar Viktoria. 

Pantauan POS-KUPANG.COM, rumah keluarga Viktoria ini luasnya kurang lebih 6 X 7 meter persegi. Tanaman di sekitar rumah tampak rata tanah. Ranting kayu dan dedaunan berseliweran di halaman rumah. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved