NTT Memilih

Ketua DPW Perindo NTT Larang Keras Seluruh Caleg dan Kader Main Politik Uang

Dikatakan Jonathan Nubatonis, kalau ada peserta pemilu lain yang diam-diam tidak melakukan apa-apa, namun pada hari pemilihan punya banyak suara

Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuaan Indonesia (Perindo) NTT, Jonathan Nubatonis 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuaan Indonesia / Perindo NTT, Jonathan Nubatonis melarang keras seluruh anggota legislatif, Kader dan simpatisannya bermain politik uang.

Jonathan Nubatonis menegaskan hal tersebut saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Rabu, 17 Januari 2024.

"Kita melarang politik uang karena politik uang itu tidak mendidik warga negara kita. Apalagi Negara kita yang begini besarnya," kata Jonathan.

Menurut Jonathan Nubatonis , politik uang merupakan virus yang menjadi malapetakan bagi Politik dan demokrasi. Dengan demikian, Partai Perindo pun berkomitmen untuk tidak melakukan politik uang.

"Kita di Perindo melarang itu (politik uang). Jika itu ditemukan, pastinya ada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang akan bertindak tegas. Bukan hanya itu, kami sendiri juga pasti tau resikonya," ungkapnya.

Dikatakan Jonathan Nubatonis, kalau ada peserta pemilu lain yang diam-diam tidak melakukan apa-apa, namun pada hari pemilihan punya banyak suara, maka patut dipertanyakan.

"Pastinya orang yang melakukan hal seperti itu perlu dipertanyakan. Pastinya itu ada permainan (politik uang) dan hal itu sama saja melawan demokrasi, lalu Negara kita percuma melaksanakan pemilu," ujarnya.

Saat ini, kata Jonathan Nubatonis, semua peserta pemilu pastinya sedang melakukan kampanye, begitu pun dengan dengan Partai Perindo.

"Kita jsedang jalankan kampanye seperti sekarang ini kami juga lakukan. Melalui kampanye ini, kita memberikan edukasi politik kepada pemilih. Selain kita menyampaikan visi misi, kita juga beritahu mereka tentang pentingnya demokrasi. Terkait siapa yang mereka pilih itu hak pemilih," terangnya.

Jonathan berharap, pelaksaan Pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang dapat berjalan lancar dan para pemilih tidak mudah untuk menerima sogokan dari orang-orang tertentu, tetapi memilih karena hati nurani. (cr20)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved