Berita NTT
DPRD NTT Minta Pemerintah Tangani Hama Pisang Secara Serius
Selain buahnya yang dimakan, bagian-bagian tanaman pisang lainnya juga bermanfaat untuk masyarakat.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, Emanuel Kolfidus minta pemerintah menangani penyakit hama pisang dengan serius. Pasalnya hama itu dinilai akan berdampak pada kekurangan pangan.
"Hama pada tanaman pisang ini harus ditangani dengan cepat. Kami sudah menyuarakan pentingnya perhatian dan penanganan pemerintah terhadap hama yang menyerang tanaman pisang di daratan Flores," ujar Emanuel.
Menurut Eman, jika tidak ditangani dengan cepat, maka hama tanaman pisang itu akan menyebar ke Wilayah lainnya dan akan berdampak pada kekurangan pangan khususnya untuk para petani.
"Jika sampai hari ini belum ada tindakan konkret, maka ini patut dipertanyakan," tegasnya.
Dikatakan Eman, selain akan berdampak pada kekurangan pangan, hama pisang juga akan berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat khususnya petani pisang yang kesehariannya menanam dan menjual pisang lalu dari pekerjaan itu memperoleh pendapatan.
"Kita tahu bahwa tanaman pisangan merupakan tanaman yang lekat dengan kehidupan masyarakat Flores, baik dalam aspek ekonomi, sosial maupun budaya. Dari tanaman pisang, petani bisa memperoleh pendapatan. Tetapi kalau hama ini dibiarkan terus, tentu mereka (petani pisang) tidak memperoleh pendapatan," ungkapnya.
Emanuel menambahkan, pisang merupakan sumber makanan pengganti beras.
Selain buahnya yang dimakan, bagian-bagian tanaman pisang lainnya juga bermanfaat untuk masyarakat.
Baca juga: Penjelasan Kadis Pertanian NTT Soal Hama Tanaman Pisang
"Misalnya, kita gunakan batang pisang untuk dijadikan makanan babi, jantung pisang juga bisa kita jadikan sayur untuk dimakan," sebutnya.
Emanuel berharap, pemerintah segera melakukan penanganan serius terhadap hama pada tanaman pisang yang sedang terjadi dengan memberikan obat untuk hama atau pun lainnya.
"Besar harapan kami, dalam waktu dekat, segera dilakukan upaya penanganan serius, apalagi ada gejala akan gagal panen dan tentu mengancam stok pangan dan mengarah kepada ancaman kekurangan pangan kita," pungkasnya. (cr20)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.