Lewotobi Erupsi

Lewotobi Erupsi, Penjabat Gubernur NTT Perintahkan Camat Salurkan Bantuan Secara Merata

Penjabat Gubernur NTT berjanji mengatasi ketimpangan penyaluran bantuan untuk warga Desa Boru yang juga terdampak muntahan belerang tebal tersebut

|
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
BERKUNJUNG- Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake saat mengunjungi pengungsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake memerintahkan Camat Wulanggitang, Fredy Moat Aeng mendistribusikan bantuan logistik secara merata kepada warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Hal itu buntut dari keluhan warga Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang yang tidak pernah tersentuh bantuan padahal menjadi warga terdampak erupsi.

"Kalau belum kebagian, nanti selesaikan pak Camat," katanya saat diwawancarai awak media.

Ia berjanji mengatasi ketimpangan penyaluran bantuan untuk warga Desa Boru yang juga terdampak muntahan belerang tebal tersebut.

"Nanti kita atasi," pungkasnya sambil berjalan menuju mobil warna hitam di Depan SMPN 1 Wulanggitang, tempat pengungsi menetap.

Ayodhia sebelumnya mengunjungi pengungsi di Desa Konga, Kecamatan Titehena.

Baca juga: Dampak Lewotobi Erupsi, Pengungsi Korban Bencana Komplain Bantuan di Camat Wulanggitang 

Baca juga: Penjabat Gubernur NTT Bersama Deputi BNPB Tinjau Pengungsi Erupsi Lewotobi Laki-laki

Putra Adonara itu didampingi Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Ana Waha Kolin.

Hadir pula deretan pejabat Provinsi NTT dan Flores Timur, termasuk Kapolres Flores Timur Dandim 1624 Flores Timur, kemudian Danlanal Maumere.

Sebelumnya, seorang warga Desa Boru bernama, Veronika Lopa Ringgi, mendatangi Kantor Camat Wulanggitang untuk meminta penjelasan terkait penyaluran bantuan yang dinilai tidak adil.

Selain Veronika, pengungsi asal Desa Waiula dan Dusun Duang yang mengamankan diri di Desa Hewa juga mengeluhkan hal serupa.

Bantuan tak kunjung masuk meski sudah mengungsi beberapa hari.

Selain itu, sejumlah perangkat Desa Pululera nyaris adu jotos dengan pengurus bantuan karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur.

Padahal, bantuan dari relawan FPRB Sikka itu untuk warga yang mengungsi di Desa Pululera.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved