Pilpres 2024
Petinggi PKB Optimis, Anies-Muhaimin Bakal Mendulang Mayoritas Suara Saat Hari H Pilpres 2024
Pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar diyakni bakal meraup suara saat hari H pemilu pada 14 februari 2024 mendatang. Tanda-tandanya sudah terlihat
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar diyakni bakal meraup suara saat hari H pemilu pada 14 februari 2024 mendatang. Momen itu akan terjadi, karena saat ini dukungan terus mengalir ke pasangan yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan ini.
Koalisi ini beranggotakan tiga partai politik, yakni Partai NasDem (Nasional Demokrat), Partai Keadilan Sejahtera atau PKS dan Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Tiga partai inilah yang bersatupadu mendukung pasangan Anies-Muhaimin dalam perhelatan demokrasi tahun 2024 ini.
Tentang pasangan Anies-Muhaimin yang mendulang suara saat Pilpres 2024 itu disampaikan petinggi PKB, Jazilul Fawaid kepada awak media pada Minggu 31 Desember 2023. Jazilul merupakan Wakil Ketua Umum PKB.
Dikatakannya, saat ini simpati masyarakat terhadap pasangan Anies-Muhaimin terus memperlihatkan trend yang menggembirakan. Fakta itulah yang menjadi tolok ukur PKB kalau saat hari H nanti, pasangan ini bakal mendulang mayoritas suara dari para pemilih se-Indonesia.
Pihaknya optimis kalau paslon nomor urut 1 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar akan unggul karena pemilih senyap kini bakal memberikan dukungan pada hari H pemilihan pada 14 Februari 2024 mendatang.
Menurutnya, ada suara dan dukungan yang tak nampak dari silent majority atau pemilih senyap yang akan membesar pada Februari 2024 atau saat pencoblosan nanti.
"Ada gunung es di perubahan yang itu tidak tampak, dia akan termanivestasi kira-kira awal Februari. Makanya hasil survei tetap tidak diabaikan tapi silent majority bakal memperlihatkan fakta dukungan itu," ujar Jazilul yang juga Wakil Kapten Timnas Anies-Muhaimin.
Jazilul menyebutkan, pemilih senyap bisa berasal dari kelompok-kelompok yang saat ini menurut aturan tidak boleh ikut menyuarakan dukungan, namun tetap memiliki hak suara saat pemilu.
Misalnya kelompok aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki hak suara dan kalangan formal yang terikat oleh aturan tertentu terkait Pilpres.
"Termasuk kalangan tokoh yang tidak ingin ribet kalau dia tampak menjadi kubu perubahan," ujarnya.
Jazilul mengatakan, kelompok ini diyakini memilih Anies-Muhaimin karena pasangan ini memiliki karakter yang berbeda dengan pendukung gerakan keberlanjutan.
Baca juga: Anies Baswedan Gembira Dukungan Terus Mengalir ke Paslon AMIN: Sekarang Tinggal Tunggu Waktu
Baca juga: KABAR TERBARU! Elektabilitas Ganjar-Mahfud Makin Tergerus, Anies-Muhaimin Malah Semakin Moncer
"Kalau di keberlanjutan dia akan aktif menunjukkan (dukungan) keberlanjutan bahkan melibatkan banyak aparat, kepala desa dan lain-lain," ujarnya.
Dengan adanya mayoritas pemilih bisu ini, Jazilul meyakini Pilpres 2024 nanti akan berlangsung dua putaran. "Dan dia (pemilih bisu) akan menentukan di menit akhir, itulah kemudian Pilpres 2024 saya yakin tidak mungkin satu putaran," tandasnya. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
| Karier Gibran Makin Moncer, Dulu Pengusaha Lalu Jadi Wali Kota Solo, Kini Wakil Presiden Terpilih |
|
|---|
| Tim Ahli Prabowo - Gibran Hitung Anggaran Riil Program Makan Siang Gratis 2024-2029 |
|
|---|
| Prabowo Subianto: Sekarang Saya Sedang Dilatih, Selalu Duduk di Samping Presiden Jokowi |
|
|---|
| Sekjen Golkar Benarkan Gibran Mundur: Ini Demi Persiapan Pelantikan Presiden – Wakil Presiden |
|
|---|
| Mundur Demi Persiapan Jadi Wapres, Kini Teguh Prakosa Pimpin Kota Solo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Anies-Muhaimin-bakal-mendulang-suara-saat-Hari-Ha-Pilpres-2024.jpg)