KKB Papua
Pulang dari Pengamanan Ibadat Natal di Gereja Aifat, Kopda Hendrianto Ditembak Mati KKB Papua
Sungguh malang nasib prajurit TNI, Kopda Hendrianto. Ia ditembak mati oleh KKB Papua seusai melakukan pengamanan ibadat Natal di Gereja Aifat, Papua.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Sungguh malang nasib prajurit TNI, Kopda Hendrianto. Ia ditembak mati oleh Kelompok Kriminal Bersenjata seusai melakukan pengamanan ibadat Natal di Gereja Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua.
Kopda Herdianto gugur dalam insiden penembakan Pos Keamanan kala diserang KKB Papua sekitar pukul 14.00 WIT. Dalam peristiwa itu, satu personel TNI gugur dan satunya lagi terluka.
Kapendam Kasuari, Kolonel Inf Syawaluddin Abuhasan mengatakan, bahwa penyerangan Kelompok Separatis Teroris tersebut terjadi sekitar pukul 14:00 WIT.
Dalam penyerangan tersebut, prajurit TNI atas nama Kopda Hendrianto gugur. Sementara satunya lagi, Pratu Frengky Gulo terkena tembakan di bagian perut. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Lantas, siapakah Kopda Hendrianto?
Kopda Hendrianto merupakan prajurit TNI dari Satuan Batalyon Infanteri 133/ Yudha Sakti Padang ( Yonif 133/YS Padang ). Ia menjadi salah satu prajurit dari 400 prajurit TNI yang ditugaskan ke Papua.
Ia bertugas ke Papua sejak Maret 2023 lalu dan masa penugasannya baru berakhir pada Maret 2024 mendatang. Sayangnya, sebelum tugasnya berakhir, ia keburu dijemput maut. Ia gugur karena terkena tembakan KKB Papua.
Penyerangan ke Pos Keamanan TNI itu memang dilakukan secara mendadak oleh anggota KKB Papua. Dalam insiden itu, satu prajurit lainnya terluka karena dihantam KKB Papua.
Dalam insiden itu, Kopda Hendrianto gugur dengan luka di bagian pipi sebelah kanan. Sementara rekannya bernama Pratu Fanky Gulo terkena serpihan amunisi di bagian perut dan nyawanya berhasil diselamatkan.
Saat itu, kedua korban penembakan itu sempat dibawa ke RS Pratama Kumerkek, Kabupaten Maybrat. Namun, nyawa Hendrianto tak tertolong gegara pendarahan yang hebat.
Kisa kematian Kopda Hendrianto sungguh memilukan. Ia meninggalkan seorang istri bernama Gisell dan dua anak perempuan yang saat ini masih kecil.
Putri pertamanya kini berusia delapan tahun, sementara anak kedua berusia enam tahun. Hal inilah yang semakin menambah luluh hati keluarga.
Di mata sang Istri,Kopda Hendrianto merupakan sosok yang sangat bertanggungjawab. Ia rajin beribadah dalam situasi apa pun. ia juga sebagai figur ayah yang penyayang dan dekat dengan anak-anak.
Tatkala Kopda Hendrianto disemayamkan, sang istri meluapkan curhatan bahwa suaminya pernah berjanji ingin melihat anak-anaknya sukses menggapai cita-cita.
Kepada awak media, istri Hendrianto menuturkan bahwa selama berumahtangga sang suami tak pernah membuatnya menangis. Ia sosok yang sangat menyayangi keluarga.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.