Lukas Enembe Meninggal
Pekikkan Papua Merdeka Menggema Saat Jenazah Lukas Enembe Diarak Ribuan Massa, Begini Faktanya
Ribuan massa berarak mengantar jenazah Lukas Enembe, Mantan Gubernur Papua yang meninggal dunia ketika sedang dalam proses hukum kasus dugaan korupsi.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Ribuan massa berarak mengantar jenazah Lukas Enembe, mantan Gubernur Papua yang meninggal dunia ketika sedang dalam proses hukum kasus dugaan penyalahgunaan keuangan negara yang disangkakan kepadanya.
Di tengah arak-arakan massa yang membawa Lukas Enembe ke liang lahat, pada saat itulah terdengar pekikan histeris yang meneriakkan Papua Merdeka. Massa juga mengibarkan bendera bintang kejora di tengah-tengah massa.
Bahkan di tengah-tengah kedukaan itu, ada yang berteriak sekuat tenaga, meminta semua aparat keamanan untuk tidak menghalang-halangi mereka saat mengantar jenazah Lukas Enembe menuju ke tempat peristirahatan terakhir.
Disaksikan awak media, suasana tegang sempat terjadi manakala jenazah Lukas Enembe tiba di Bandara Sentani Jayapura untuk selanjutnya dibawa ke STAKIN Sentani.
Suasana itu terjadi ketika massa menahan rombongan keluargga dan Forkopimda Papua kemudian memaksa untuk mengarak jenazah keluar dari ruang VIP Bandara Sentani, dengan berjalan kaki.
"Kami minta turunkan jenazah di sini. Biarkan kami pikul dengan berjalan kaki," teriak massa saat di Sentani, Kamis 28 Desember 2023.
Baca juga: Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe Meninggal Dunia
Saat jenazah mulai dibawa dengan berjalan kaki, massa kemudian meminta aparat kemanan jangan sekali-kali menghalangi perjalanan mereka. Aparat keamanan juga jangan sekali-kali membatasi mereka.
Sejak itu, massa terus bergerak maju hingga persimpangan jalan masuk bandara. Mulai saat itu, aksi massa tidak terkontrol lagi. Mereka meluapkan emosinya kepada pemerintah yang disebutnya sangat otoriter, memaksa diri untuk menghukum Lukas Enembe yang sedang sakit.
Mereka kecewa karena Lukas Enembe diproseshukumkan hingga meninggal dunia. Makanya mereka mulai melampiaskan amarahnya dengan melempar rook dan mobil di sepanjang jalan yang dilalui.
Pelemparan juga dilakukan sampai dengan jalan masuk lapangan STAKIN Sentani. Mereka bahkan menyerang aparat TNI/ Polri yang sedang bertugas.
Mereka juga menuding aparat keamanan sebagai biang kerok kematian Lukas Enembe. “Polisi tentara jangan ada di jalan, kamu yang bunuh bapa kami," tuding seorang dari massa.
Saat itu, bendera bintang kejora pun dikibarkan. Tatkala bendera sudah berkibar terdengarlah pekikan “Merdeka, Papua Merdeka.”
Situasi semakin kacau dan massa membabibuta. Mereka mulai merusak sejumlah kendaraan pejabat, polisi, TNI dan masyarakat.
Saat itu, aparatur pemerintah dan mahasiswa yang membaur di tengah-tengah arak-arakan massa, sempat berusaha menenangkan tindakan anarkis tersebut, namun usaha itu sia-sia belaka.
Baca juga: Meninggal di RSPAD Jakarta, Jenazah Lukas Enembe Akan Dibawa ke Jayapura Papua
Massa malah bertindak semakin nekat dan tak menghiraukan sama sekali apa yang dilakukan aparat keamanan saat itu. Mereka menumpahkan unek-uneknya atas tindakan aparat penegak hokum yang disebut sebagai penyebab kematian Lukas Enembe.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.