Remaja Manggarai Timur Bunuh Diri
Anggap Musibah, Keluarga Terima Kematian Paternus Ediwan Abel Korban Bunuh Diri
berdasarkan hasil pemeriksaan dr Novita Jehalu pada tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Keluarga menerima dengan iklas kematian korban Paternus Ediwan Abel yang bunuh diri karena sudah dianggap musibah.
Korban warga di Kampung Kampung Mbaru Jawa, Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur mengakhiri hidup di rumahnya di Kampung Mbaru Jawa, Rabu 27 Desember 2023 sekitar pukul 12.00 Wita dengan cara bunuh diri.
Kapolres Manggarai Timur AKBP I Ketut Widiarta, S.H.,S.I.K.,M.Si melalui Kapolsek Sambi Rampas, IPDA Kiki Z.M. Bacsoan, S. Sos menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 28 Desember 2023.
Kiki menerangkan, keluarga menerima kematian korban karena menganggap sebagai musibah.
Baca juga: Polisi Sebut Korban Paternus Warga Mbaru Jawa Manggarai Timur Sudah Niat Akhiri Hidup
"Keluarga korban menerima kejadian tersebut murni kejadian Bunuh diri serta menerima kejadian ini sebagai Musibah dan tidak menuntut siapapun," ujar Kiki.
Kiki juga mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dr Novita Jehalu pada tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Kiki juga mengatakan korban sering menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya nanti akan meninggal bukan karena sakit, tapi kerena akhiri hidup dengan cara bunuh diri.
Kiki mengatakan, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dikarenakan persoalan rumah tangga dan sudah ada niat dari korban sendiri.
Kiki juga menerangkan, kronologi korban Paternus akhiri hidup dimana berdasarkan keterangan para saksi yakni adik kandung korban Bernosius Orasia, Goido Orasio, dan ibu kandung korban Yuliana Oni.
Sekitar pukul 07.15 Wita saksi ibu kandung korban meminta saksi Bernosius Orasia, untuk pergi menerima Bansos di Kantor Desa Nanga Mbaling, namun saksi tidak menghiraukan/mengikuti permintaan tersebut.
Korban yang mengetahui kejadian tersebut lantas memarahi saksi yang merupakan adiknya dan berujung terjadi cekcok antara korban dan saksi adiknya itu.
Selang beberapa saat saksi Bernosius Orasio dan Goido Orasio, berpamitan dengan saksi Ibu Kandung Korban untuk pergi ke kebun jagung yang berlokasi di Golo Rempeng dan pergi ke kebun milik Radu untuk menanam jagung.
Baca juga: BREAKING NEWS: Remaja Asal Manggarai Timur Akhiri Hidup Secara Tragis
Sekitar pukul 11.45 Wita, Bernosius Orasio dan Goido Orasio, yang pulang ke rumah untuk makan siang, setiba di rumah dan masuk ke dalam rumah melihat korban sudah meninggal dunia dengan cara bunuh diri.
Melihat hal tersebut mereka langsung berteriak meminta pertolongan.
Mendengar teriakan itu warga/tetangga sekitar berdatangan dan bersama saksi membuka ikatan tali dan menurunkan korban serta membaringkan korban di tempat tidur.
Terkait peristiwa korban akhiri hidup ini juga, pukul 12.45 Wita kemarin, Kapolsek Sambi Rampas IPDA Kiki beserta anggota, Pj Danramil 1612-05 Elar SERMA Muhtar, Babin Desa Nanga Mbaling AIPDA Syamsudin dan Nakes Puskesmas Pota dr Novita Jehalu ke TKP dan melakukan Tindakan Kepolisian serta melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban oleh dr Novita Jehalu.
Disclaimer dan kontak bantuan
Artikel ini tidak bertujuan mengglorifikasi atau menginspirasi tindakan bunuh diri.
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/ (*) (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.