Natal dan Tahun Baru

Pimpin Misa Natal, Pastor Paroki Mautapaga Ajak Umat Jadi Pemilih Kristiani yang Cerdas

supaya setiap umat saling menghargai dan menghormati pilihan mereka masing-masing dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
MISA - Pastor Paroki Mautapaga, RD. Giovani Don Bosco Seso pimpin misa kedua perayaan natal di Gereja St. Yosef Freinademetz Mautapaga, Senin 25 Desember 2023.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Pastor Paroki Mautapaga, RD. Giovani Don Bosco Seso memimpin misa kedua pada perayaan hari raya natal, Senin 25 Desember 2023.

Pada misa tersebut, ribuan umat memadati gereja. Mereka memenuhi gedung dan halaman gereja St. Yosef Freinademetz Mautapaga.

RD Giovani Don Bosco Seso dalam kotbahnya mengungkapkan, saat ini bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum (pemilu) pada april 2024 mendatang.

Dalam proses pemilihan tersebut, sebagai pemilih pasti semua memiliki dasar dan rujukan yang berbeda untuk menentukan pilihannya.

Baca juga: Bupati, Kapolres dan Dandim Pantau Perayaan Natal dan Tahun Baru di Gereja di Kota Ende

Meskipun begitu, sebagai pemilih kristiani, harus sadar bahwa prinsip moral dari setiap pilihan adalah dasar pijakan berdasarkan hati nurani.

"Karena itu, yakinkan dirimu bahwa anda adalah pemilih kristiani yang kritis, cerdas, dan kompeten yaitu sanggup menggunakan suara dengan benar tanpa terpengaruh oleh ajakan apalagi paksaan yang bertentangan dengan hati nuranimu," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, RD Giovani berharap, semoga pilihan yang berbeda tidak menjadi akar masalah yang justru dapat memecah belah persaudaraan dan kekeluargaan yang selama ini sudah dibangun.

Mantan Pastor Paroki Ratesuba itu mengajak supaya setiap umat saling menghargai dan menghormati pilihan mereka masing-masing dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Mari kita menjaga dan mempererat tali persaudaraan kita satu sama lain, sehingga pada saatnya kemuliaan Tuhan tetap digemakan dan damai sejahtera menjadi nyata diantara manusia," ungkapnya.

Ia mengingatkan, meski pilihan berbeda, namun persaudaraan itu nilainya abadi. Jangan sampai rasa persaudaraan disesatkan oleh hal-hal yang momentum lima tahunan.

"Alangkah baiknya hidup rukun bersaudara," pungkasnya. (tom)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved