KKB Papua
Pemberian Amnesti, Cara Tepat Selesaikan Konflik di Papua, Begini Kata Pakar Politik
Sampai saat ini, konflik bersenjata yang dilancarkan segelintir warga sipil yang terhimpun dalam Kelompok Kriminal Bersenjata, masih terus terjadi.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Sampai saat ini, konflik bersenjata yang dilancarkan oleh segelintir warga sipil yang terhimpun dalam Kelompok Kriminal Bersenjata, masih terus terjadi di Tanah Papua. Setiap tindakannya selalu merenggut korban jiwa dan menimbulkan kerentanan baru di daerah itu.
Kasus ini tak mungkin akan berakhir, karena apa yang dilakukan Kelompok Sseparatis Teroris tersebut, langsung dibalas dengan tindakan yang sama oleh pemerintah, yakni melakukan penyerangan terhadap warga sipil bersenjata tersebut.
Jika penyelesaian konflik tersebut tetap dengan cara-cara semacam ini, maka sampai kapan pun tindakan anarkis yang dilakukan KKB Papua di daerah bergolak itu, tak akan mungkin selesai.
Oleh karena itu, hal tepat yang harus dilakukan adalah memberikan amesti terhadap kelompok separatis tersebut. Hanya dengan cara ini tindakan kejam itu akan dapat diselesaikan.
Hal tersebut disampaikan Pakar Politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi kepada awak media, sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Kompas.Com, Rabu 27 Desember 2023.
Dia menyebutkan bahwa pemberian amnesti kepada Kelompok Kriminal Bersenjata itu, merupakan salah satu langkah tepat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi sejak lama di daerah itu.
Asrinaldi mengatakan itu merespon pernyataan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, bahwa ada rencana untuk memberikan amnesti kepada anggota KKB.
"Kalau memang terbukti ada hal-hal yang terkait dengan urusan dengan gangguan keamanan dan kriminalitas, saya pikir amnesti adalah langkah yang tepat," ujar Asrinaldi.
Dikatakannya, selama ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meredam konflik di daerah itu. Akan tetapi, hingga saat ini, konflik bersenjata itu tak kunjung padam.
Malah sebaliknya, aksi-aksi kelompok bersenjata itu demikian sporadis, sehingga menyulitkan pemerintah untuk menanganinya. Apalagi korban terus berjatuhan akibat tindakan kejam kelompok tersebut.
Asrinaldi mengatakan, bahwa pemberian amnesti memang cara yang tepat. Akan tetapi harus dibarengi juga dengan catatan agar para separatis itu tidak melakukan lagi upaya untuk membuat negara sendiri dan memisahkan diri dari Indonesia.
"Kalau ujung-ujungnya kelompok itu masih ingin membentuk dan membangun negara baru, maka tidak perlu dikasih amnesti," tandasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, Munafrizal Manan, menyebutkan bahwa Prabowo Subianto sudah berjanji akan memberikan amnesti kepada anggota KKB untuk mengakhiri konflik di Papua.
"Pemberian amnesti itu kepada kelompok yang mengangkat senjata melawan pemerintah untuk merdeka, lepas dari NKRI," kata Munafrizal di Jakarta, belum lama ini.
Baca juga: Pilot Susi Air Terlihat Seperti Anggota KKB Papua, Berambut Panjang dan Brewok
Baca juga: Satu Prajurit TNI Gugur Diserang KKB Papua, Sebby Sambom: Perang Belum Selesai
"Kita ingin Papua itu bisa mencapai penyelesaian final seperti misalnya Aceh. Aceh 'kan sudah selesai jadi memang perlu ada terobosan."
"Makanya, itu Pak Prabowo sudah menyatakan bersedia siap untuk memberikan amnesti sebagai penyelesaian Papua," lanjutnya. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.