Lukas Enembe Meninggal
Jenazah Lukas Enembe Disambut Pasukan Barakuda di Bandara Sentani Papua
Jenazah mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe bakal tiba di Bandara Sentani, Jayapura pada Kamis (28/12) sekitar pukul 07.00 WIT.
"Hal ini agar tidak terjadi penumpukan nantinya di Bandara Sentani," ujarnya.
Otoritas Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura juga meningkatkan kewaspadaan. Stakeholder Relation Bandara Sentani, Surya Eka mengatakan saat ini ada pengamanan dari pihak TNI dan Polri untuk mengamankan bandara.
"Ada peningkatan kewaspadaan mengingat Bandar Udara Internasional Sentani merupakan objek vital," katanya.
Surya juga mengungkapkan saat ini aktivitas Bandara Internasional Sentani masih beroperasi dengan normal. Pantauan Tribun satu unit barakuda Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) milik Lanud Silas Papare parkir di depan pintu masuk Bandara Sentani.
Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah memastikan soal pengamanan di kawasan Bandara Sentani jelang kedatangan jenazah mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe.
Baca juga: Terbukti Terima Suap Rp 17,7 Miliar, Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe Divonis 8 Tahun Penjara
Indan menegaskan, pengamanan tersebut dilakukan agar tidak ada penerbangan yang tertunda atau dibatalkan, sehingga penumpang tetap mempunyai akses ke bandara, baik itu penumpang transit atau penumpang yang akan ke luar bandara.
Dalam pengamanan ini, lanjut Indan, Lanud Silas Papare memastikan bahwa bandara sebagai objek vital nasional tetap melayani publik dengan beroperasi secara normal.
"Untuk kedatangan jenazah berjalan dengan aman dan tertib. Sudah kita koordinasikan mudah-mudahan akan aman dan lancar. Kita ingin menjamin seluruh perjalanan dan sampai di tempat persemayaman," katanya.
Indan juga menyebut rapat koordinasi bersama pihak PT Angkasa Pura I, Kepolisian Daerah Papua (Polda Papua) dan jajaran TNI serta Gereja GIDI Papua, berlangsung di Ruang VIP Bandara Sentani kemarin.
"Ini untuk persiapan penyambutan jenazah Lukas Enembe," terang dia.
"Kita semua berduka cita atas meninggalanya Bapak Lukas Enembe," tambahnya.
Sementara itu Pj Wali Kota Jayapura, Frans Pekey mengimbau agar masyarakat tak termakan berita hoaks atau bohong yang menyesatkan. Hal ini ditegaskan Frans Pekey lantaran banyak informasi yang menyebar, bahwa adanya pergerakan massa di wilayah hukum Kota Jayapura.
Padahal, menurut Frans, aktivitas di sejumlah wilayah di Kota Jayapura terlihat aman dan normal.
"Berita-berita yang beredar baik itu yang benar atau tidak, juga hoaks dan sebagainya harus ditelisik lebih dalam oleh masyarakat sehingga tidak menimbulkan gesekan,” kata Frans Pekey.
Dia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan keluarga sehingga proses penjemputan hingga pemakaman dapat berlajan dengan aman dan lancar. Frans Pekey pun meminta kepada aparat keamanan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
“Masyarakat Papua yang ada di kota Jayapura untuk tidak panik dan terus memantau informasi yang benar dengan sumber yang jelas dan menghindari penyebaran berita hoaks,” ujarnya. (tribun network/man/roy/wly)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.