Berita Alor
Atasi Kelangkaan Minyak Tanah, Pemda Alor Operasi Subsidi di Empat Lokasi
Sementara itu, Victoria Koli salah seorang pembeli mengaku mendapat informasi dalam salah seorang tetangganya.
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak tanah, Pemerintah Daerah Kabupaten Alor bekerjasama dengan Pertamina dan agen mengadakan operasi subsidi minyak tanah di empat lokasi yakni di Moru Kecamatan Alor Barat Daya, Mebung Kecamatan Alor Tengah Utara, Kelurahan Kalabahi Barat dan Lapangan Mini Kecamatan Teluk Mutiara.
Yustina OS Makunimau, S.E., M.M selaku Ketua Tim Satgas Monitoring Evaluasi BBM dan Bapok Tahun 2023 menuturkan bahwa tujuan operasi ini selain mengatasi kelangkaan, juga untuk menekan lonjakan harga.
“Tujuan operasi subsidi minyak tanah ini adalah untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga minyak tanah, menjelang Natal dan Tahun Baru. Kami lakukan operasi di empat lokasi di Moru, Mebung, Kelurahan Kalabahi Barat, dan di Lapangan Mini Kalabahi,” ujarnya, Jumat 22 Desember 2023.
Baca juga: Kelangkaan Minyak Tanah, Pemilik Pangkalan di Kota Kupang Mengeluh Stok Dikurangi
Operasi ini terbuka untuk umum, dan semua masyarakat mendapat jatah masing-masing 10 liter minyak tanah dengan harga per liter Rp. 4.000.
“Operasi ini terbuka untuk umum. Kami menyiapkan 10.000 liter khusus untuk operasi di Lapangan Mini Kalabahi, Kelurahan Kalabahi Kota karena antusias penduduknya sangat banyak. Sementara di 3 lokasi lainnya, kami sediakan 5.000 liter. Masing-masing keluarga mendapat jatah 10 liter dengan syarat mengumpulkan fotocopy kartu keluarga,” ungkap Yustina yang juga adalah Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Alor.
Yustina juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik, karena minyak tanah saat ini tidak mengalami kelangkaan.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Penjabat Bupati Alor Dr. Drs. Zeth Soni Libing, M.Si hadir dalam operasi tersebut. Selain memantau Soni juga berdialog dengan pembeli.
“Kita akan melakukan operasi pasar terus terkait minyak tanah, supaya harganya terjangkau. Pemerintah berusaha agar minyak tanah selalu tersedia. Semua pasti dapat, kalau kurang saya akan tambah,” kata Soni.
Sementara itu, Victoria Koli salah seorang pembeli mengaku mendapat informasi dalam salah seorang tetangganya.
“Saya dapat informasi dari tetangga rumah, katanya hari ini ada ramai antri lagi di lapangan mini. Setelah ke sini kami diinformasikan untuk membawa fotocopy KTP dan antri. Kami sangat bersyukur karena mendapatkan minyak tanah dengan harga terjangkau. Kami berharap operasi seperti ini rutin dilakukan agar, kami masyarakat kecil bisa membeli minyak tanah dengan harga terjangkau,” ucapnya.
Adapun masyarakat yang antri diarahkan oleh Tim satgas dan dijaga oleh TNI/Polri. Lima drum kecil disediakan untuk membantu melayani pembeli yang datang. Total minyak tanah yang disalurkan dalam 4 operasi ini adalah 25.000 liter. (cr19)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.