Pilpres 2024

TKN Prabowo-Gibran Apresiasi Hasil Litbang Kompas: Jangan Lengah, Masih 64 Hari Lagi

Nusron Wahid, Sekretaris TKN Prabowo-Gibran memberikan apresiasi terhadap hasil survei terbaru Litbang Kompas terkait elektabilitas capres-cawapres.

|
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
JANGAN LENGAH -  Sekjen TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid meminta para kader maupun simpatisan pasangan Koalisi Indonesia Maju agar tidak lengah dengan hasil survei yang dilakukan survei Litbang Kompas, Senin 11 Desember 2023. 

Jika pada Pilpres 2019, dukungan pemilih terhadap figur yang diusung PDIP, mencapai 60,6 persen, saat ini dukungan pemilih ke partai tersebut menurun menjadi 40,7 persen

Sementara, pemilih PDIP yang memilih pasangan Prabowo-Gibran meningkat dari 22,1 persen menjadi 35,1 persen. Menurut survei itu pula, pemilih Jokowi yang memilih Ganjar pada jajak pendapat kali ini, tercatat 22,9 persen menurun, dibandingkan dengan survei periode Agustus 2023 yang mencapai 48,1 persen.

Dalam jajak pendapat Litbang Kompas pada Desember 2023 ini memperlihatkan fakta bahwa elektabilitas capres Prabowo Subianto mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari beberapa bulan sebelumnya.

Saat jajak pendapat yang dilakukan Agustus 2023, elektoral Prabowo berada pada angka 31,3 persen sehingga capres yang diusung Koalisi Indonesia Maju ini hanya menempati peringkat kedua dari tiga capres yang bakal bertarung.

Akan tetapi dalam survei terbaru kali ini, sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari harian Kompas pada Senin 11 Desember 2023, elektabilitas Menteri Pertahanan RI itu sudah berada di peringkat pertama dengan angka 39,7 persen.

Sedangkan elektabilitas Ganjar Pranowo justeru mengalami penurunan yang cukup terasa. Pada Agustus 2023, misalnya, elektoral mantan Gubernur Jawa Tengah itu ada di urutan pertama dengan raihan 34,1 persen.  Pada survei kali ini, elektoralnya  berada di urutan ke-2 dengan angka 18 persen. Hal yang sama dialami Anies Baswedan. Pada Agustus 2023, Anies yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan, memiliki elektabilitas 19,2 persen. Tapi kali ini turun menjadi 17,4 persen.

Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan, mengatakan, bahwa perubahan elektabilitas tersebut disebabkan oleh bergesernya suara pemilih PDIP dan pemilih Jokowi. 

"Soliditas dukungan dari orang-orang yang pada Pemilu 2019 memilih PDI-P kepada Ganjar yang pada Agustus 2023 mencapai 60,6 persen sekarang tinggal 40,7 persen," tulis Bambang.

Sementara, pemilih PDI-P yang memilih Prabowo meningkat dari 22,1 persen menjadi 35,1 persen. Menurut survei itu pula, pemilih Jokowi yang memilih Ganjar pada jajak pendapat kali ini tercatat 22,9 persen menurun dibanding Agustus 2023 yang mencapai 48,1 persen.

"Sekarang yang terjadi malah sebaliknya, yang memilih Prabowo terdata 39,8 persen sementara yang memilih Ganjar Pranowo 27,4 persen." tulis Bambang.

Dia menyebutkan bahwa Survei Litbang Kompas itu dilaksanakan pada 29 November-4 Desember 2023, secara tatap muka dan dibiayai secara mandiri oleh harian Kompas. Jajak pendapat tersebut melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Pendukung Ganjar Soroti Anies Baswedan Soal IKN Nusantara: Bapak Ini Hanya Mau Aman

Baca juga: Presiden Jokowi Tertawa, Kunjungannya ke Kupang Disebut Mengganggu Kampanye Ganjar Pranowo

Menggunakan metode itu survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Untuk diketahui, Prabowo Subianto yang kini berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka terus menuai dukungan publik. Pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju itu pun kini bertengger pada posisi teratas, disusul Ganjar-Mahfud dan yang berada pada nomor paling buntut adalah pasangan Anies Baswedan -  Muhaimin Iskandar. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved