Berita Alor

Mahasiswa Desak DPRD dan Pemda Alor Anggarkan Pembangunan Jalan Petleng - Mainang

Bagaimana mungkin kami bayar pajak, terus jalan salah satu infrastruktur vital pendukung ekonomi tidak dibangun dengan baik

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA
UNJUK RASA - Mahasiswa lintas Organisasi Kepemudaan (OKP) melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan jalan Petleng - Mainang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Mahasiswa yang terdiri dari tiga organisasi, yakni Ikatan Mahasiswa Batulolong atau Imahlolong, Ikatan Mahasiswa Welai-Lembur atau Ikmawel dan Kerukunan Mahasiswa Alor Timur Laut atau Kemilau mendesak DPRD dan Pemda Kabupaten Alor menganggarkan pembangunan jalan dari Desa Petleng menuju Desa Mainang.

Hal ini disampaikan oleh ikatan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di kantor DPRD dan Kantor Bupati Alor, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Jumat 8 Desember 2023.

Marten Kafomai selaku koordinator umum aksi menyampaikan bahwa tuntutan penganggaran dan pembangunan jalan ini dikarenakan jalan tersebut rusak parah.

“Jalan dari Desa Petleng hingga ke Desa Mainang menghubungkan lima desa dan tiga kecamatan. Jalan ini rusak parah dan sudah memakan banyak korban, mulai dari kecelakaan hingga meninggal, guru-guru yang akan mengajar kesulitan melewati jalan tersebut, hingga ibu melahirkan yang dirujuk ke Kalabahi bayinya meninggal di tengah jalan,” ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kejari Alor Tetapkan Mantan Kadis Perhubungan Jadi Tersangka Kasus Korupsi BUMDes

Sementara itu, ketua Imahlolong Frido Manilang mengatakan bahwa Desa Mainang merupakan salah satu desa yang mensupport hasil bumi ke pasar yang ada di kota Kalabahi.

“Semua sayur dan hasil bumi yang ada di Kalabahi rata-rata datangnya dari Mainang. Mayoritas masyarakat di sana adalah petani, dan punya lebih dari sebidang tanah bersertifikat dan bayar pajak. Bagaimana mungkin kami bayar pajak, terus jalan salah satu infrastruktur vital pendukung ekonomi tidak dibangun dengan baik?,” keluh Frido.

Menurut Frido mahasiswa yang hadir melakukan unjuk rasa ini adalah penduduk Kecamatan Alor Selatan dan sekitarnya yang sejak dulu melintasi ruas jalan tersebut.

“Kami melakukan unjuk rasa karena kasus kecelakaan dan kematian di lintas jalan tersebut bukan bari satu dua kali tetapi sudah berkali-kali. Kami juga datang bersama warga untuk menyuarakan isi hati mereka terkait keresahan ini,” tambah Frido.

Ketua RT 02 Desa Kelaisi Barat, Kecamatan Alor Selatan, Yusak Atamaube mengatakan bahwa saking rusaknya jalan tersebut terkadang jualan yang hendak dibawa ke kota bisa terlempar di jalan.

“Kami ini beli motor dalam keadaan lengkap, tetapi karena jalan yang begitu rusak satu-satu atribut motor ini terlepas. Ketika di kota kami ditilang karena motor tidak lengkap. Kami bisa apa? selain itu saya ini hari-hari jadi tukang ojek, papalele punya hasil bumi yang mau jual di kota padang terjatuh di jalan saking rusak dan berlubangnya jalan tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut Yusak menambahkan bahwa anggota dewan yang dipilih oleh warga, dinilai tidak membawa aspirasi warga untuk perbaikan jalan.

Baca juga: Kemensos Berikan Bantuan Bagi Penyandang Disabilitas di SLB Negeri Alor

“Bapak dewan mereka kami pilih duduk lima tahun di DPRD tetapi tidak menindaklanjuti aspirasi kami. Katanya dewan itu suara Tuhan, tolong jangan bohongi jemaat,” kata Yusak.

Wakil Ketua DPRD Alor, Sulaiman Singhs, S.H., mengatakan bahwa aspirasi yang telah disampaikan akan menjadi prioritas dan akan dibahas dalam rapat TAPD bersama Badan Anggaran di tanggal 11 Desember 2023 mendatang. 

“Inilah ruang untuk bisa mengakomodir usulan atau ini. Aspirasi ini sudah masuk sehingga bagaimana cara kita bisa menyelesaikan ini, berapapun angka yang bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Singhs.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved