Breaking News
Minggu, 26 April 2026

KLB Rabies

Stok VAR di Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Kosong

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dr. Ria Tahun kepada Pos Kupang, Selasa, 21 November 2023.

Penulis: Adrianus Dini | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dr. Ria Tahun. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Stok VAR pada Dinas kesehatan kabupaten Timor Tengah Selatan tersisa 0 vial. Sementara, stok Sar tersisa 11 vial.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dr. Ria Tahun kepada Pos Kupang, Selasa, 21 November 2023.

"Untuk ketersediaan vaksin, saat ini stok Var pada Dinas kesehatan Kabupaten TTS tersisa 0 vial. Sementara, stok VAR tersisa 11 vial," ungkap dr. Ria.

Baca juga: NTT Memilih, Bawaslu Timor Tengah Selatan Sebut Belum Ada Pelanggaran Pemilu 2024

Mengatasi kondisi yang ada, dirinya mengatakan, stok Var akan segera didatangkan sebanyak 150 vial.

"Besok stok VAR dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT akan datang. Sementara untuk VAR kita tersisa 11 vial. Di Provinsi juga stok Sar nol. Kita sudah berusaha bangun komunikasi dengan pihak Provinsi dan Pusat terkait hal ini," tuturnya.

Menyikapi kondisi ini, Ria meminta peran dan kerja sama masyarakat untuk mengandangkan HPR.

Baca juga: KPU Timor Tengah Selatan Sudah Terima Lima Jenis Logistik Pemilu

"Melihat kondisi stok vaksin yang semakin berkurang ini, tentunya kita meminta masyarakat untuk bekerjasama dengan mengandangkan HPR. Ini adalah cara yang paling gampang dan tidak memakan biaya," ucapnya. 

Ria juga mengingatkan masyarakat untuk melihat kondisi rabies di kabupaten Timor Tengah Selatan secara serius.

"Masyarakat kita terkadang menganggap rabies sebagai hal yang biasa saja, padahal sudah ada banyak korban yang meninggal akibat virus ini. Contoh sederhana, saat digigit masyarakat enggan melaporkan kasus ini ke Puskesmas untuk langsung ditangani. Kita berharap agar siapa saja yamg digigit HPR segera ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan vaksin," paparnya.

Menurut dr. Ria, kondisi ini bisa diatasi dengan baik asalkan ada komitmen bersama dari masyarakat.

"Ketika masyarakat mendengarkan instruksi yang dikeluarkan Pemda terkait mengandangkan atau mengikat HPR, tentu akan berimplikasi baik untuk pencegahan penyebaran virus rabies," katanya.

Baca juga: NTT Memilih, Bawaslu Timor Tengah Selatan Tekankan Integritas Personil Ad Hoc Saat Gelar Apel Siaga

Terlepas dari hal tersebut, dirinya menegaskan masyarakat untuk datang ke Puskesmas untuk mendapatkan vaksin.

"Dalam segala keterbatasan, kami tetap meminta masyarakat untuk datang ke Puskesmas terdekat pasca digigit HPR. Kami akan berupaya mendatangkan vaksin," imbuhnya.

Dikatakan, pihak dinas kesehatan terus melakukan edukasi bagi masyarakat terkait virus rabies.

"Kita terus melakukan KIE melalui promosi kesehatan di semua Puskesmas di TTS, karena itu kita meminta masyarakat untuk bekerjasama dengan mengandangkan HPR," tandasnya. (din)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved