Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 23 November 2023, Saat Allah Melawati Engkau

Saat itulah, Tuhan seharusnya mendapatkan kita berjaga-jaga karena kita tak pernah tahu kapan Dia datang melawati kita.

Tayang:
Editor: Edi Hayong
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Saat Allah Melawati Engkau. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Saat Allah Melawati Engkau.

Untuk Hari Kamis Biasa XXXIII Bruder Pio Hayon SVD menulis renungannya merujuk pada Bacaan I : 1 Mak. 2:15-29 dan Injil:Luk.19:41-44

Berikut ini teks lengkap renungan yang ditulis, Bruder Pio Hayon SVD hari ini.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Sikap kunjung – mengunjungi atau melawati di antara tetangga atau orang lain adalah sebuah sikap yang baik karena kita akan saling berjumpa satu dengan yang lainnya.

Dengan cara inilah kita semakin mendekatkan diri kita satu sama lain. Akan menjadi sangat berbeda kalau yang melawati kita adalah Tuhan sendiri.

Saat di mana Allah melawati atau mengunjungi kita baik sebagai satu kelompok dunia atau kepada kita masing-masing berarti Tuhan datang dan akan berjumpa dengan kita.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 22 November 2023, Hari Peringatan Santa Sesilia

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 22 November 2023, Tanggung Jawab 

Saat itulah, Tuhan seharusnya mendapatkan kita berjaga-jaga karena kita tak pernah tahu kapan Dia datang melawati kita.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini kita akan kembali disuguhkan dengan inspirasi dari kitab suci yang membawa kita kepada satu harapan akan kebenaran Tuhan. Kebenaran Tuhan dimaksud adalah bahwa Tuhan akan melawati kita entah secara kelompok atau secara pribadi masing-masing orang.

Kedatangan Allah itu tidak pernah akan diketahui kapan waktunya. Maka hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah dengan tetap setia kepada jalan Tuhan.

Tetap mengimani Dia sebagai Tuhan dan Allah kita seperti yang sudah dilakukan oleh Matatias seorang pemimpin dan orang terhormat dari kalangan Yahudi yang selalu taat pada hukum Allah.

Walaupun dia diancam oleh raja untuk menyembah berhala namun dia malah menentang dan melarikan diri untuk melawan raja yang memerintah saat itu.

Dia bersama dengan anak-anaknya yang masih setia itu melarikan diri ke gunung dan melawan raja. Jika semua orang yang berpendirian teguh seperti Matatias maka ketika Tuhan datang melawati kita secara tiba-tiba, maka kita didapatinya masih tetap setia kepada Allah sumber kehidupannya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 22 November 2023, Mempertanggungjawabkan Iman Kekatolikanku

Namun Allah juga bisa datang melawati bukan hanya secara pribadi tetapi juga secara komunal. Hal ini terlihat dalam bacaan Injil yang kita dengar hari ini.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved