Rabu, 13 Mei 2026

NTT Memilih

Menuju Pemilu 2024, FKUB Provinsi NTT Gelar Dialog Pemilu Damai

Yosafat menyampaikan, masyarakat ikut terlibat dalam pemilu telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Partisipasi masyarakat.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
DIALOG- Tim FKUB Provinsi NTT foto bersama dalam dialog pemilu damai 2024 di Hotel Sotis, Sabtu 18 November 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Menuju tahun pemilihan umum (Pemilu) 2024, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT menggelar dialog Pemilu damai.

Dialog pemilu itu Mengusung tema "Umat Beragama Provinsi NTT Siap Mendukung Pemilu 2024 Berjalan Aman, Lancar, Adil, bermartabat dan Sukses yang berlangsung di Hotel Sotis Kupang, Sabtu 18 November 2023.

Ketua FKUB Provinsi NTT, Dr. Yuliana Saloso SPi. MP menyampaikan, kegiatan dialog pemilu damai itu dirancang untuk melibatkan semua tokoh agama, perempuan dan pemuda dari lima agama.

"Dari kegiatan ini diharapkan agar tokoh agama bisa teruskan ke umat untuk mengimbau pelaksanaan pemilu berjalan dengan aman, lancar dan sukses," katanya.

Baca juga: Dukung Pemilu 2024 Aman, FKUB NTT Hadiri Konferensi Nasional ke VIII Tahun 2023 di Papua

Dikatakan Yuliana, dalam kegiatan itu juga akan dilakukan deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024 oleh FKUB Provinsi NTT.

"Hari ini semua agama hadir, dan ada penandatanganan deklarasi dari perwakilan agama tokoh pemuda perempuan, kami butuh dukungan dari semua unsur agama untuk tanda tangan," ungkapnya.

Menurut Yuliana, deklarasi itu sebagai komitmen dari FKUB agar pelaksanaan pemilu berjalan sesuai tema yaitu bisa berjalan Aman, Lancar, Adil, bermartabat dan Sukses.

Baca juga: FKUB Kota Kupang Launching Kampung Kerukunan Kelurahan Fatululi

"Semoga pelaksanaan dialog pemilu dapat meningkatkan peran aktif semua tokoh dan umat beragama dalam mendukung suksesnya pemilu dan pilkada di NTT dan Indonesia," harapnya.

Yuliana menambahkan, peran tokoh agama sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Hsl itu dikarenakan tokoh agama disegani dan patut diteladani.

"Tokoh agama mampu mempengaruhi cara pandang dan perilaku seseorang menjadi lebih baik, karena itu peran tokoh agama sangat penting dalam mengendalikan ketegangan sosial terutama dalam pelaksanaan pemilu nanti," tuturnya.

Sementara itu, salah satu narasumber kegiatan itu, Komisioner KPU NTT, Yosafat Koli memaparkan materi terkait Komitmen Mewujudkan Pemilu Damai, Bermartabat dan Berintegritas.

Baca juga: Bangun Kerukunan di Lingkungan Lembaga Pendidikan, FKUB NTT Gelar Seminar Dialog Kerukunan

"Komitmen kami dari awal tetap terjaga. Kami ingin orang tetap percaya bahwa saluran suara bisa dijaga dengan baik," kata Yosafat Koli.

Yosafat menyampaikan, masyarakat ikut terlibat dalam pemilu telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Partisipasi masyarakat.

"Beberapa bentuk partisipasi masyarakat adalah menyelenggarakan survei dan melakukan sosialisasi dengan catatan aktivitas tersebut perlu dilaporkan dengan tidak mengganggu ketertiban umum," terangnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved