KKB Papua

Kaget Lihat Prajurit TNI Polri, Anggota KKB Papua Ini Lari Tinggalkan Senjata Api

Kaget lihat datangnya prajurit TNI Polri yang sedang melakukan patroli keamanan di wilayah hutan Kabupaten Nduga, pria ini lari tinggalkan senjata api

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
KAGET – Seorang oknum yang diduga sebagai anggota KKB Papua, lari pontang panting ketika melihat prajurit TNI Polri sedang berjalan ke arahnya. Saking takutnya, pria itu lari dengan meninggalkan senjata api dan amunisi di lokasi saat ia berada. 

POS-KUPANG.COM – Lantaran kaget melihat datangnya prajurit TNI Polri yang sedang melakukan patroli keamanan di wilayah hutan Kabupaten Nduga, anggota KKB Papua ini lari lintang pukang menembus rimba raya di wilayah Papua Pegunungan.

Saking takutnya melihat kedatang prajurit TNI Polri di area jalan tikus yang selalu dilintas Kelompok Kriminal Bersenjata itu, oknum anggota KKB Papua tersebut lari sampai lupa mengambil senjata api yang ada di sampingnya.

Fakta tersebut diungkapkan Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangannya kepada awak media, Minggu 19 November 2023.

Ia menyebutkan bahwa peristiwa anggota KKB lari meninggalkan senjata apinya tersebut, terjadi di dekat sebuah bangunan yang ada di dekat Kamp Bandara Batas Batu, Minggu kemarin.

Dikatakannya, senjata yang ditinggalkan anggota KKB Papua itu, merupakan senjata api generasi terbaru. Senjata itu kemungkinan akan dijual atau akan diberikan kepada anggota KKB Papua.

"Jadi senjata api itu merupakan senjata yang akan digunakan KKB Papua untuk melakukan aksi teror kepada warga sipil atau untuk menyerang aparat keamanan," IGN Suriastawa.

Untuk diketahui, Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa mengamankan 2 pucuk senjata api jenis M4 dan AR 15 yang diduga milik Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Nduga. Aparat TNI juga mengamankan magazine serta senjata api.

Terbetik kabar, senjata api tersebut adalah jenis senjata serbu generasi terbaru. Senjata api tersebut kemungkinan akan dijual kepada anggota KKB Papua yang hingga saat ini masih berkeliaran di wilayah hutan Papua.

Mengenai kisah penemuan senjata api tersebut, diungkapkan bahwa penemuan benda haram tersebut berawal dari adanya informasi yang beredar di masyarakat bahwa KKB akan segera menyerang masyarakat dan aparat.

"Jadi, diperoleh informasi bahwa ada rencana KKB Papua untuk menyerang warga sipil dan aparat keamanan yang ada di daerah itu. Makanya TNI Polri lantas berusaha untuk mencegah hal tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyisir area di sekitar Kamp Batas Batu, yang selama ini disinyalir sebagai tempat anggota KKB Papua melakukan perlintasan, dari dan ke Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Tatkala sedang menyisir lokasi tersebut, tiba-tiba aparat TNI melihat seseorang berlari ke arah hutan. Pria itu lari kesetanan menuju hutan yang berada tak jauh dari tempat ia berada.

"Jadi, tim Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad melihat orang yang dicurigai berlari ke arah hutan. Ketika tim mendatangi lokasi awal pria itu, ditemukan senjata api dan amunisi yang diduga akan dijual atau diselundupkan kepada anggota KKB Papua," ujarnya.

Setelah lokasi itu diobok-obok lagi, ditemukan dua senjata api dan senapan angin, 2 buah magasin kaliber 5,56 mm, sebilah parang, dan 2 bendera bintang kejora.

"Ditemukan 2 pucuk senjata api laras panjang jenis M4 Carbine dan AR 15 Carbine dengan, 2 buah magasin 5,56 mm, 1 buah senapan angin, 1 buah parang, 2 buah bendera bintang kejora, 1 buah minyak WD, 3 busur panah, 2 buah anak panah," ujar IGN Suriastawa.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved