Berita Sikka

43 Remaja Putus Sekolah di Sikka Ikut Pelatihan Tenun Ikat

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek RI)

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Sebanyak 43 remaja putus sekolah dari usia 15 hingga 25 tahun di Kabupaten Sikka mengikuti Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) khusus tenun ikat yang berlangsung di Aula Centra Jata Kapa Maumere selama satu bulan terhitung mulai tanggal 24 Oktober hingga 1 Desember 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sebanyak 43 remaja putus sekolah dari usia 15 hingga 25 tahun di Kabupaten Sikka mengikuti Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) khusus tenun ikat yang berlangsung di Aula Centra Jata Kapa Maumere selama satu bulan terhitung mulai tanggal 24 Oktober hingga 1 Desember 2023.

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek RI), Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sikka dan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka.

Aurelius Elenprino, Analis kebijakan bidang Industri, Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk mendorong lahirnya para wirausahawan profesional di Kabupaten Sikka. Karena itu, pemerintah bekerja sama dengan lembaga - lembaga profesional dalam membantu para remaja putus sekolah, tamatan SMA untuk memaksimalkan kompetensi tenun ikat yang dimiliki.

Baca juga: Penjudi Sabung Ayam di Kopong Sikka Ancam Polisi, Diduga Ada Bekingan Anggota Polisi

"Harapannya semoga akan lahir wirausaha yang profesional dalam merintis usaha tenun ikat yang lebih berkualitas dan kompetitif di pasaran tenun ikat asal di Sikka," katanya Sabtu 18 November 2023.

Kata dia, Selama kegiatan peserta mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan fasilitas dan kurikulum pembelajaran tentang proses tenun ikat, sebagai modal utama menjadi penenun milenial.

Dikatakannya, peserta akan mendapatkan materi teori dan praktek dalam setiap tahapan tenun ikat, yang akan disampaikan oleh tutor handal yang berkompeten mulai dari proses awal sampai finis sampai cara memasarkan.

Selain itu pemateri dari lembaga keuangan adalah pejabat dari Bank BNI Maumere terkait syarat dan ketentuan untuk bisa mengakses dana melalui dana KUR dan penyelenggara adalah Lembaga Industri Dunia Kerja di Centra Jata Kapa Maumere.

Baca juga: Pasien Tak Punya Kartu JKN, Kades dan Nakes di Sikka Patungan Bayar Tagihan Rumah Sakit

Tahapan yang dilakukan dalam praktek adalah desain motif, proses pewarnaan benang, cara mewarnai benang dengan menggunakan bahan kimia dan pewarna alam dari bahan daun, kulit, dan akar kayu.

Febrianti Dua Sara (21) salah satu peserta kegiatan tersebut mengatakan berterima kasih kepada pemerintah yang sudah selenggarakan PKW dan sudah bersedia membantu dan mendampingi mereka.

Dikatakannya, Dengan adanya pelatihan ini ia bisa belajar cara ikat dan celup benang.

"Saya bersama teman- teman merasa bersyukur dan berterima kasih mendapat kesempatan mengikuti pelatihan cara ikat dan celup benang. Selain itu kami juga bisa belajar memasarkan hasil produksi dengan tepat," ujarnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved