KLB Rabies
Korban Gigitan Anjing Liar di Malaka Dapat 8 Jahitan
Menurut dia, saat inipun korban Yakobus sudah dilakukan penanganan vaksinasi anti rabies (VAR).
Penulis: Novianus L.Berek | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Nofry Laka
POS-KUPANG.COM, BETUN- Yakobus Tualaka, warga RT05/RW02, Dusun Weoe D, Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, digigit anjing liar pada Sabtu 18 November 2023.
Pada saat kejadian, korban secara tiba-tiba digigit anjing liar atau Hewan Penular Rabies (HPR).
"Benar, korban atas nama Yakobus Tualaka sudah ditangani tim medis di Puskesmas Weoe. Korban mengalami luka di sela ibu jari dan telunjuk tangan kanan dan di lutut kaki bagian kanan masing-masing mendapat 4 jahitan sehingga total 8 jahitan," jelas Kepala Puskesmas Weoe, Melkior Klau.
Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Kabupaten Malaka Digigit Anjing Liar
Menurut dia, saat inipun korban Yakobus sudah dilakukan penanganan vaksinasi anti rabies (VAR).
"Tim dari Puskesmas Weoe sudah ke rumah korban, kita sudah melayani vaksinasi anti rabies," jawabnya.
Kejadian awal, secara tiba-tiba anjing liar tersebut masuk ke rumah milik Yakobus dengan mengeluarkan suara lebih keras atau menggonggong dengan suara keras.
"Saya langsung mengusir anjing tersebut ke luar dari dalam rumah. Saya pun mengikutinya sampai di halam rumah malah anjing liar ini balik menyerang kembali saya," cerita Yakobus.
Baca juga: Begini Cerita Korban Gigitan Anjing Liar di Weoe Kabupaten Malaka
Dikatakan, pertama sasaran gigitannya mau mengarah ke leher korban sehingga korban pun mencekik leher anjing.
"Sebelum mencekik leher anjing, saya terlebih dahulu digigit anjing pertama pada bagian lutut kaki sebelah kanan. Dengan berusaha sekuat tenaga saya mencekik leher anjing tersebut sehingga jari jempol tangan bagian kanan pun digigit sama anjing," katanya.
Merasa sudah tidak kuat, korban Yakobus berteriak minta tolong kepada tetangga sebelah rumah untuk membantu. Tidak lama kemudian datanglah beberapa orang membantu memisahkan.
"Beberapa orang yang datang langsung memukul anjing tersebut sampai tewas di tempat. Saya kemudian dibantu sama salah seorang pemuda dilarikan ke Puskesmas Weoe untuk ditangani secara medis," terangnya.
Setelah dapat penanganan medis, saya kemudian kembali ke rumah dan bertanya - tanya siapa pemilik anjing tersebut.
"Pengakuan dari semua tetangga sebelah rumahnya, kalau anjing ini tidak dikenal atau tidak memiliki tuannya. Sehingga kami menilai bahwa anjing ini adalah anjing liar," demikian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Warga-Weoe.jpg)