Berita Belu

231 KPM Desa Umaklaran Belu Terima Bantuan Beras Cadangan dari Pemerintah

beban masyarakat di tengah kekeringan, menekan angka inflasi, dan mendukung penanganan rawan pangan.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
SALURKAN - Petugas Kantor Pos Cabang Atambua dibantu oleh Pemerintah Desa dan Babinsa Umaklaran saat menyalurkan bantuan pangan berupa beras 10 kg kepada 231 Keluarga Penerima manfaat di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Senin, 13 November 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bantuan pangan berupa beras cadangan dari pemerintah terus disalurkan ke masyarakat Kabupaten Belu. 

Salah satu lokasi distribusi beras bantuan tersebut berada di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Senin, 13 November 2023.

Bantuan beras yang diterima oleh 231 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan menjaga stabilitas pangan ditengah tantangan krisis pangan.

Pantauan Pos Kupang, proses pembagian bantuan beras ini, keluarga yang menerima membawa dokumen berupa KTP atau Kartu Keluarga untuk dicocokkan dengan penerima data bantuan. 

Baca juga: NTT Memilih, Pasca Penetapan DCT, Bawaslu Belu Bersama Pol PP Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Penyaluran beras pangan ini didistribusikan oleh kantor pos cabang Atambua, dibantu oleh pemerintah desa, dan Babinsa desa setempat, Hironomus Kono. 

Bantuan beras ini diberikan kepada warga Desa Umaklaran dengan jumlah 10 kg per kepala keluarga penerima manfaat dan hal ini berdasarkan surat Keputusan Badan Pangan Nasional untuk pemberian bantuan pangan tahun 2023.

Kepala Desa Umaklaran, Agustinus M. Nai Bili, menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan pangan yang dapat mengakibatkan krisis pangan. 

“Bantuan ini merupakan upaya pengendalian dampak inflasi, untuk menekan kenaikan harga beras, dan melindungi produsen dan konsumen dari kenaikan harga,” ucapnya.

Menurutnya, langkah pemerintah ini juga merupakan bagian dari penanganan rawan pangan, kemiskinan, stunting atau gizi buruk. 

Nai Bili berharap bantuan beras dapat meringankan beban masyarakat di tengah kekeringan, menekan angka inflasi, dan mendukung penanganan rawan pangan.

"Pembagian bantuan beras ini telah mencapai tahap keempat, dan total yang telah dibagikan mencapai lebih dari 2 ton untuk 231 warga di Desa Umaklaran," tuturnya. 

Armindo, salah satu warga penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kepada Pemerintah.

Menurutnya, saat ini harga beras di pasaran masih tinggi, berkisar antara 13 ribu hingga 16 ribu rupiah per kilogram, sehingga bantuan ini sangat membantu dan apa lagi selama musim kemarau banyak hasil pertanian yang gagal panen. 

“Sampai saat ini kami masih mengalami kesulitan karena harga beras di pasaran masih mencapai 13 hingga 16 ribu per kilogram, juga selama musim kemarau ini banyak hasil pertanian yang mengalami gagal panen," pungkasnya. (cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved