Pilpres 2024

Eksklusif! Sekjen PAN Beberkan Kronologi Hingga Prabowo Pilih Gibran Jadi Cawapres

Prabowo Subianto, calon  presiden dari Koalisi Indonesia Maju atau KIM, telah memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres untuk Pilpres 2023 nanti

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
WAWANCARA EKSKLUSIF – Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra saat mewawancarai Sekjen PAN, Eddy Soeparno, Kamis 2 November 2023. 

POS-KUPANG.COM  -- Prabowo Subianto, calon  presiden dari Koalisi Indonesia Maju atau KIM, telah memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden untuk mendampinginya pada Pilpres 2024 mendatang.

Dipilihnya Gibran sebagai calon wakil presiden, tentunya bukan hal yang mudah. Karena ada sejumlah figur yang juga sangat berkompeten untuk mengemban tugas dan amanat sebagai wakil presiden RI lima tahun ke depan.

Seperti apa proses yang dilalui hingga akhirnya Prabowo Subianto memutuskan untuk menggandeng Putra Sulung Presiden Jokowi itu, dibeberkan secara blak-blakan oleh Sekjen PAN, Eddy Soeparno, dalam wawancara ekslusif seperti yang disajikan berikut ini.

Wawancana eksklusif tersebut, dilakukan langsung oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Sekjen Partai Amanat Nasional atau PAN, Eddy Soeparno.

Dalam wawancara eksklusif tersebut, Eddy Soeparno juga mengedepankan keyakinannya kalau Prabowo Subianto bakal merangkul semua pihak kalau nantinya terpilih dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Saya berkeyakinan Pak Prabowo akan merangkul semua pihak yang mau bekerja sama berkolaborasi dengan beliau,” katanya saat podcast di Gedung Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Kamis 2 November 2023.

Berikut ini, wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Sekjen PAN Eddy Soeparno, kami sajikan secara lengkap untuk Anda.

Tanggal 25 Oktober yang lalu presiden dan calon wakil presiden PAN bersama Koalisi Indonesi Maju telah mendaftarkan pasangan calon Pak Prabowo dan Mas Gibran padahal sebelumnya selalu menyodorkan Erick Thohir kecewa tidak?

Dibilang kecewa rasanya mungkin juga tidak, kalau memang harapan tidak terpenuhi terus terang memang dari awal kita sudah menyepakati ketika bergabung dalam koalisi bersama-sama Pak Prabowo bersama Gerindra dan kemudian Golkar termasuk di saat itu masih ada PKB.

Kita harus sepakat bahwa mekanisme pemilihan dan penetapan cawapres itu dilaksanakan melalui forum kesepakatan para ketua umum dan itu dipimpin oleh Pak Prabowo apapun hasilnya itu nanti kita akan sepakati bersama.

Dan kita sudah sepakat di awal bahwa kita akan menghormati keputusannya seperti apa apa dan kita menghendaki keputusan itu adalah mufakat yang bulat bukan sebuah skema di mana kita terpaksa voting.

Jadi kita sudah sepakat itu jadi apapun waktu itu apapun kesepakatannya kita tentu menghormati dan kita laksanakan. Nah komitmen itu kita jaga sampai dengan kita memutuskan lanjutan dan itu semua kita laksanakan secara bulat mufakatnya.

Boleh enggak diceritakan bagaimana kronologis urutan atau ceritanya sampai kemudian KIM memutuskan bulat bahwa Gibran sebagai pendamping Prabowo?

Memang pada pertemuan antara ketua umum kira-kira mungkin sekitar tiga minggu sebelum mengantarkan beliau-beliau ini ke KPU. Di awal Oktober itu ada pertemuan di rumah Pak Prabowo.

Dan di situ Pak Prabowo berdiskusi dengan kami semua dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekjen parpol tentang siapa-siapa saja yang berpeluang menjadi cawapres.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved