Gempa Kupang
Situasi Sudah Kondusif Pasca Gempa 6,6 SR Guncang Kupang Pagi Tadi
Suasana di Kota Kupang dan sekitarnya kini sudah kondusif setelah Kamis 2 November 2023 sekitar pukul 05.05 Wita dini hari tadi diguncang gempa bumi.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Suasana di Kota Kupang dan sekitarnya kini sudah kondusif setelah Kamis 2 November 2023 sekitar pukul 05.05 Wita dini hari tadi diguncang Gempa tektonik berkekuatan 6,6 SR.
Saat gempa yang berpusat sekitar 24 km arah tenggara dari Kota Kupang, Pulau Timor ini, warga memang setempat panik. Tak sedikit orang yang berteriak histeris lantaramn kaget atas guncangan hebat tersebut.
Selain berteriak histeris, warga juga ramai-ramai lari berhamburan ke luar rumah. Semuanya takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Namun setelah peristiwa menegangnkan itu berlalu, suasana di Kota Kupang dan sekitarnya sudah kembali seperti sedia kala. Situasi di kota ini dan daerah lain yang merasakan adanya gempa, sudah kondusif.
Meski demikian, publik masih membicarakan kepanikan yang terjadi di pagi hari tadi. Saat ini ada juga warga yang masih was-was, takut akan terjadinya Gempa susulan.
Berdasarkan data dari BMKG, hingga pukul 06.20 Wita, telah terjadi dua kali gempa susulan, yakni pukul 04:28 WIB dengan magnitudo 3.5 dan pada pukul 05:03 WIB dengan magnitudo 3.4.
Untuk diketahui, guncangan gempa yang paling kuat itu tercatat 6,6 magnitudo. Guncangan ini merupakan yang terdahsyat di Kota Kupang dalam beberapa tahun terakhir.
Pada peristiwa sebelumnya, gempa yang terjadi tak terlalu dirasakan warga Kota Kupang, karena episentrumnya cukup jauh dari Pulau Timor dan terjadi pada titik yang cukup dalam di tengah laut.
Gempa tektonik di Kupang ini berpusat di 10,34 derajat lintang selatan dan 123,76 derajat bujur timur, dengan letanya di 24 kilometer tenggara Kota Kupang, pada kedalaman 10 kilometer.
Meski gempa ini dirasakan cukup kuat, tetapi hal itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hanya saja, warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang simpang siur.
Akibat gempa bumi ini, rumah-rumah penduduk mengalami kerusakan sedang hingga parah. Kantor-kantor pemerintah juga mengalami kerusakan.
Salah satunya terjadi di Kantor Bupati Kupang di Oelamasi. Di kantor ini, plafon gedung baik di lantai I maupun lantai II jatuh dan berhamburan di atas lantai.
Sementara rumah penduduk yang mengalami kerusakan, tak sedikit terjadi di desa-desa di Kabupaten Kupang maupun sejumlah fasilitas umum yang ada di Kota Kupang.
Di Desa Binafun, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, misalnya, dinding-dinding rumah penduduk ambruk. Pagar-pagar gereja juga roboh karena tak kuat menahan guncangan gempa tektonik tersebut.
Bahkan Kepala Desa Binafun, Kecamatan Amfoang Tengah, Atmin Paulus Baitanu meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial Kabupaten Kupang dan DPRD Kabupaten Kupang agar memberikan perhatian khusus atas musibah ini.
Pasalnya, akibat gempa berkekuatan 6,6 SR tersebut, salah satu rumah di desa itu mengalami kerusakan parah.
Melalui video singkat yang beredar di WhatsApp, sang kepala desa itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak akibat guncangan gempa tersebut.
Rumah warga yang roboh tersebut ada di wilayah RT 4, RW 02, Dusun I Binafun. Kerusakannya cukup parah, karena salah satu sisi dinding rumah itu roboh.
“Saya sudah turun ke lokasi kejadian dan menyaksikan rumah warga ini dalam keadaan rusak. Salah satu sisi dinding rumah itu ambruk,” ujarnya.
Rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah itu, adalah rumah milik Decky Anis Sarimsus. Kades Binafun melaporkan kondisi ini langsung dari atas reruntuhan dinding rumah yang ambruk tersebut.
Ia sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, juga melalui Dinas Sosial serta anggota DPRD Kabupaten Kupang agar memperhatikan hal tersebut.
Atensi pemerintah itu, lanjut Kades Baitanu, kini sangat dibutuhkan. Karena warga senantiasa membutuhkan uluran tangan terkait bencana tersebut. Apalagi bencana ini sudah terjadi yang kedua kali setelah gempa bumi juga terjadi pada Oktober 2023 lalu.
“Saya sebagai Kepala Desa Binafun sangat berharap adanya bantuan bagi para korban gempa bumi ini. Untuk itu, kami meminta Pemerintah Kabupaten Kupang agar bisa memperhatikan hal ini,” ujar Kades Atmin Paulus Baitanu.
Berdasarkan data yang berkembang, di Desa Binafu, Kecamatan Amfoang Tengah itu, baru satu rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
Pemilik rumah tersebut telah melaporkan masalah tersebut langsung ke kepala desa setempat. Kades Binafu, Atmin Paulus Baitanu juga sudah turun ke lapangan dan melihat langsung kerusakan rumah warga tersebut.
Atas pantauannya langsung itulah, sang kades tak sungkan-sungkan meminta langsung kepada Bupati Kupang melalui kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, juga melalui Dinas Sosiak Kabupaten Kupang untuk merespon permintaannya tersebut.
Sebelumnya juga diberitakan, gempa bumi yang terjadi pada Kamis dini hari, mengakibatkan rumah milik Nikanor Adu juga ambruk. Kerusakan itu terjadi pada salah satu dinding kamar.
Dinding kamar tembok tersebut ambruk karena tak kuat menahan guncangan gempa tektonik yang terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WITA.
Dari video yang beredar di WhatsApp, tampak dinding rumah itu roboh dari atas hingga ke bawah.
Makanya dari luar bangunan, langsung terlihat sisi dalam kamar tidur tersebut. Terlihat ada tempat tidur di ruangan tersebut. Dilaporkan juga bahwa tak ada korban jiwa dalam insiden di rumah Nikanor Adu tersebut.
“Ini kondisi rumah akibat gempa yang terjadi pagi tadi. Pagi ini kami langsung ke TKP, melihat secara langsung kondisi rumah Bapak Nikanor Adu di Manubelon. Seperti ini kondisi yang kami saksikan di TKP,” tutur seorang pria dari balik video.
Baca juga: Dampak Gempa Kupang M 6,6 di Berbagai Wilayah NTT: Plafon Kantor Ambruk Hingga Rumah Roboh
Baca juga: Dampak Gempa Kupang di Desa Erbaun NTT, Fasilitas Umum Aman Rumah Warga Retak
Pria itu menyebutkan bahwa datang ke TKP itu bersama Kapospol dan Babinsa yang wilayah tugasnya hingga di desa tersebut. “Ini rumah atas nama Nikanor Adu. Rumah ini rusak akibat gempa pagi tadi,” ujar pria tersebut.
Pria yang melaporkan langsung dari TKP melalui video, adalah tim dari kecamatan Amfoang Barat Daya. Saat berada di TKP, terlihat pemilik rumah atas nama Nikanor Adu bersama salah seorang putrinya yang mengenakan baju merah. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.