Berita Ende
Dinas Pendidikan Ende Ungkap Kerugian Kebakaran SMPN 1 dan 2 Ende Capai Rp 2,6 Miliar
Kerugian tersebut diketahui setelah pihak sekolah melakukan perhitungan pasca kebakaran dua sekolah itu pada beberapa waktu yang lalu.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, ENDE - Kepala Dinas Pendidikan Ende, Mensy Tiwe menyampaikan kerugian pasca kebakaran SMP Negeri 1 dan 2 Ende ditaksir mencapai Rp 2,6 miliar dengan rincian SMP Negeri 1 Ende sebesar Rp. 1,8 miliar, dan SMP Negeri 2 Ende sebesar Rp. 800 juta.
Kerugian tersebut diketahui setelah pihak sekolah melakukan perhitungan pasca kebakaran dua sekolah itu pada beberapa waktu yang lalu.
"Karena di SMP 1 itu perpustakaan ludes terbakar, ditambah dengan dua ruangan kelas. Kalau di SMP Negeri 2 itu, ada satu ruang kelas, satu gudang, dan beberapa toilet putri," kata Mensy kepada POS-KUPANG.COM, Senin 30 Oktober 2023.
Baca juga: Satlantas Polres Ende Limpahkan Tersangka Laka Lantas yang Menyebabkan Orang Meninggal Dunia
Sebagai bentuk tindak lanjut, kata Mensy, sesuai dengan perhitungan kerugian tersebut, pihaknya langsung memberitahukan kepada Bupati dan pemerintah pusat.
"Mudah-mudahan, cepat responnya sehingga tahun ajaran baru 2023/2024 nanti sudah bisa digunakan kembali," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, masalah tersebut sudah disampaikan di DPRD Ende supaya dapat menjadi perhatian bersama baik antara legislatif maupun eksekutif untuk merumuskan rencana pembangunan di bidang pendidikan pada tahun 2024 nanti.
"Kami juga mohon dukungan dari lembaga legislatif supaya masalah ini bisa menjadi prioritas pembangunan di bidang pendidikan pada tahun depan," harapnya.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Uniflor Kembali Ikrarkan Sumpah Pemuda di Tugu Pancasila Kota Ende
Selain itu, kata Mensy, dirinya juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perpustakaan supaya siswa dari SMP Negeri 1 Ende dapat memakai perpustakaan tersebut.
"Supaya mereka dapat mengatur jadwal pemakaian perpustakaan itu. Kita minta supaya jadwal pemakaian perpustakaan tidak sama dengan masyarakat umum," jelasnya.
Ia juga berharap, pihak sekolah dan para siswa tidak boleh bersedih lagi atas musibah yang melanda mereka, karena banyak sekali pihak yang akan berperan untuk membantu menangani masalah tersebut.
"Tadi saya sempat ke sekolah, raut wajah mereka masih bersedih tetapi saya tetap berikan penguatan kepada mereka supaya mereka menjalani KBM seperti biasa, karena banyak sekali yang tangani masalah ini," ujarnya. (tom)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gedung-SMP-di-ende-terbakar.jpg)