Selasa, 19 Mei 2026

Berita Sumba Timur

PT Pertamina Fuel Waingapu Launching UMKM Pahudu Humba Desa Patawang

membawakan mode pakaian yang dipadukan tenun ikat Pahudu Humba, serta peninjauan stan yang memajang hasil karya tenun ikat kelompok pengrajin

Tayang:
Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
TINJAU - Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing meninjau stan yang memamerkan hasil kerajinan tenun ikat dari Kelompok Pengrajin UMKM Pahudu Humba, Desa Patawang di Kafe Kopi Dari Hati (KDH) Sumba, Minggu 28 Oktober 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Komitmen PT Pertamina mendukung pengembangan potensi Produk Lokal Unggulan dalam bidang Tenun Ikat milik masyarakat Kabupaten Sumba Timur.

Salah satunya melaunching produk tenun Sumba dari kelompok “Pahudu Humba” Desa Patawang, Kecamatan Patawang, Kabupaten Sumba Timur di Kafe Kopi Dari Hati (KDH) Sumba pada Sabtu, 28 Oktober 2023 malam.

Dalam kesempatan itu, Manager operasional PT Pertamina Patra Niaga - FT Waingapu, Dedi Sulistyo Widodo mengungkapkan launching produk tenun Sumba adalah wujud langkah penting dalam mendukung industri UMKM lokal

Menurutnya, dalam acara itu PT Pertamina Patra Niaga FT Waingapu melalui UMKM binaannya kelompok tenun Pahudu Humba berkolaborasi dengan Padupadantenun dan Timor Creative People mengadakan Fashion Show menggunakan kain tenun Sumba yang ditenun oleh pengrajin dari Desa Patawang, Umalulu.

Baca juga: Ciptakan Zona Integritas Taat Pajak Ranmor, Samsat Sumba Timur Safari ke SMA/SMK

“Tentunya Padupadantenun sangat bangga dan terhormat dapat berkolaborasi dengan PT Pertamina FT Waingapu dalam menghadirkan mahakarya fashion etnik tenun yang siap pakai. Mahakarya ini merupakan hasil dari Padu Padan Tenun yang dipersembahkan dalam busana “Ready to Wear” yang memukau yang dikatakan sang desainer NTT Erwin Yuan,” tutur Dedi.

Pihaknya menambahkan, tenun ikat Sumba diproses secara tradisional menggunakan zat-zat pewarna alami. 
Proses pembuatan selembar kain tenun ikat relatif rumit dan memakan waktu cukup lama karena diperlukan jenis tumbuh-tumbuhan yang menjadi zat pewarna tertentu hanya tumbuh pada musim-musin tertentu.

“Maka setelah mengalami proses pembuatan selembar kain yang panjang lalu bertemu dengan desainer dan penjahit yang handal maka lahirlah mahakarya NTT yang luar biasa hebat dan diakui dunia seperti yang ditampilkan malam itu di fashion show,”ujarnya.

Bupati Sumba Timur Khristofel Praing menyampaikan, apresiasi acara fashion show produk tenun UMKM loka Sumba “Pahudu Humba” yang mana patut berbangga bahwa tenun Sumba sudah dikenal Dunia internasional yang diolah oleh tangan-tangan terampil para desainer menjadi produk fashion.

Pihaknya mengaku sangat bangga terhadap produk kain tenun Sumba bernilai jual tinggi. Bahkan pada peristiwa kenegaraan dalam pendaftaran Capres dan Cawapres di KPU lalu pihak KPU member souvenir pada Kandidat dengan pengalungan selendang Sumba Timur dan malam itu kita tidak kalah bangga dengan karya UMKM Pahudu Humba.  

“Saya berharap dengan kerajinan tenun Sumba, desain dan busana motif daerah ini merupakan penajuan kebudayaan daerah sekaligus meningkatkan kelestarian budaya dan kontribusi budaya dalam menata kebudayaan di Kabupaten Sumba Timur,”harapnya.

Launching diwarnai dengan Fashion show dari pada model Padupadan Tenun dan Timor Creative People yang membawakan mode pakaian yang dipadukan tenun ikat Pahudu Humba, serta peninjauan stan yang memajang hasil karya tenun ikat kelompok pengrajin tenun ikat Pahudu Sumba. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved