Berita Lembata
Hospitality Menjadi Kekuatan Hotel Olympic Lewoleba
Keramahan para pengelola hotel, kebersihan kamar hotel dan menu yang disajikan sungguh menjadi kekuatan utama serta ciri khas yang ditampilkan.
Penulis: Paul Burin | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Hotel Olympic Lewoleba yang terletak di Jalan Trans Lembata, pusat Kota Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah hadir sejak tahun 2015 silam.
Dalam usia delapan tahun berjalan ini hotel yang terletak persis di depan gedung SMP Katolik Santo Pius X Lewoleba atau berdampingan dengan mes guru Santu Pius X -- dulu, asrama putra -- selalu memberi pelayanan secara hospitality.
Keramahan para pengelola hotel, kebersihan kamar hotel dan menu yang disajikan sungguh menjadi kekuatan utama serta ciri khas yang ditampilkan.
Karena memiliki sejumlah kelebihan ini, tingkat hunian pun cukup baik. Setiap hari, kamar-kamar hotel nyaris selalu terisi.
Baca juga: Polres Lembata Tangkap Komplotan Predator Seks, Modus Pura-pura Pergoki Remaja Pacaran di Malam Hari
Banyak tamu dari luar Kota Lewoleba bahkan dari luar negeri yang memilih untuk menikmati berbagai fasilitas hotel ini.
Owner Hotel Olympic Lewoleba, Silvester Steven Wundiawan (37) saat ditemui di Lewoleba, Rabu, 25 Oktober 2023, mengatakan, prinsip-prinsip hospitality telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pola atau cara kerja karyawan hotel berlantai tiga ini.
Dengan pendasaran ini Steven mengatakan akan selalu menarik simpati siapa saja. "Kami selalu bersikap ramah dan selalu berusaha menerima masukan yang disampaikan untuk sebuah kebaikan," kata Steven yang juga pemilik Toko Olympic dan usaha laundry ini.
Putra sulung dari ayah Agustinus Wundiawan dan ibu Silviana Sunur, ini mengatakan, selama ini hospitality selalu ditegakkan. Hospitality patut menjadi habit, kebiasaan.
Baca juga: Gunung Ili Lewotolok Lembata Meletus, Masyarakat Diminta Waspada
Apalagi ketika terkait dengan jasa perhotelan. Selama ini hospitality belum menjadi bagian dari kehidupan warga Lembata dan NTT.
"Senyum saja susah. Nah, kita wajib memulainya agar kelak menjadi habit. Menjadi terbiasa begitu," kata Steven yang berjanji akan terus melakukan pembenahan di sana- sini. Steven mengatakan bahwa usaha ini telah dirintis oleh orang tua dengan susah payah.
Jika demikian maka tugasnya adalah mengembangkannya. Menjadikannya lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Sesuai namanya, kata Steven, Olympic yang sesungguhnya bermakna olympiade yang artinya laga atau pertandingan. Artinya bahwa hidup ini adalah sebuah pertandingan yang wajib dimenangkan.
" Bapa saya memberi nama ini. Semua jenis usaha menggunakan branding Olympic," kata Steven, lelaki berdarah Bajawa, Flores dan Waiwerang, Adonara ini. Sang ayah berasal dari Bajawa dan ibu dari Waiwerang.
Kedua orang tuanya hijrah ke Lewoleba sejak Lembata menjadi kabupaten tahun 1999, pisah dari kabupaten induk Flores Timur (Flotim). Sebagai pengusaha muda, Steven menilai bahwa warga Kota Lewoleba sudah berkembang relatif maju. Penduduk telah cukup berdinamika terutama di bidang ekonomi.
Baca juga: Bank NTT Lewoleba Serahkan Tabungan Simpanan Pelajar kepada Pelajar Difabel SDK Atawuwur
Sektor riil ini kata Steven, patut dikembangkan secara terus-menerus. Ketika ekonomi masyarakat semakin baik, outcome juga sebanding, maka ia akan hidup lebih baik. Anak- anak akan mendapatkan asupan gizi yang baik, stunting akan berkurang bahkan berada di titik zero.
View Laut dan Gunung Letaknya yang sungguh strategis ini sungguh menyajikan view laut dan penorama pegunungan yang indah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Olympic-Hotel.jpg)