KKB Papua

Anak Buah Egianus Kogoya Ditangkap, Pelaku Ikut Bakar Pesawat Tapi Tak Terlibat Sandera Pilot

Satu lagi orang dekat Egianus Kogoya ditangkap prajurit TNI Polri. Oknum itu teridentifikasi ikut bakar pesawat Susi Air tapi tak ikut sandera pilot.

|
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
BAKAR PESAWAT – Dari tangkapan layar, terlihat Egianus Kogoya sedang membakar pesawat Susi Air di Bandara Paro, Kabupaten Nduga. Pesawat itu dibakar setelah landing secara sempurnah di bandara itu oleh pilot Kapten Philips Mark Merthens. 

POS-KUPANG.COM – Satu per satu orang dekat Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, ditangkap prajurit TNI Polri. Oknum tersebut teridentifikasi ikut bakar pesawat Susi Air, tapi tidak dalam satu kelompok yang menyandera pilot Susi Air, Philips Mark Merthens.

Fakta itu kini viral di media sosial. Oknum pria tersebut, adalah Yomse Lokbere. Pria ini terlibat dalam aksi Egianus Kogoya yang menduduki Bandara Paro hingga berujung pada pembakaran pesawat Susi Air yang dipiloti Kapten Philips.

Bahwa saat pesawat itu landing sempurnah di Bandara Paro, Egianus Kogoya bersama komplotannya, langsung menyerbu dan menguasai bandara tersebut.

Kala itu, selain Eginaus Kogoya, oknum yang ikut dalam penyerbuan bandara tersebut, adalah Yomse Lokbere. Bahkan Yomse Lokbere, terlibat dalam aksi pembakaran pesawat Susi Air yang sudah bertahun-tahun lamanya melayani penerbangan dari dan ke Bandara Paro di Kabupaten Nduga.

Bahkan, dalam insiden yang terjadi pada 7 Februari 2023 itu, Yomse Lokbere juga aktif dalam tindakan pembakaran pesawat miliknya Susi Pudjiastuti, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI itu.

Atas tindakannya itulah, sehingga Yomse Lokbere pun terpaksa dicokok prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz. Yang bersangkutan ditangkap dan kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Belum diketahui secara jelas, berapa banyak anggota KKB Papua yang terlibat dalam kasus pembakaran pesawat Susi Air. Belum diketahui pula sudah berapa banyak oknum yang ditangkap dan diproseshukumkan.

Namun satu per satu orang yang ditengarai terlibat dalam kasus tersebut, ditangkap oleh aparat penegak hukum. Kini Yomse Lokbere harus meringkuk di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara Egianus Kogoya bersama komplotannya, masih mengembara di hutan belantara Tanah Papua. Mereka masih menyandera pilot Susi Air, Philips Mark Merthens.

Baca juga: Takut Diserang KKB Papua, Warga Satu Kampung Pilih Mengungsi ke Pos Keamanan, Begini Kisahnya

Sejak 7 Februari 2023 hingga saat ini, pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut masih dikerangkeng oleh KKB Papua. Egianus Kogoya belum bersedia melepasbebaskan pilot tersebut walau komunikasi terus dilakukan oleh pelbagai pihak.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, sampai saat ini pemerintah terus membangun komunikasi dengan Egianus Kogoya. Komunikasi tersebut dilakukan oleh pelbagai kalangan, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, maupun keluarga dan pemerintah yang diwakili oleh Penjabat Bupati Nduga, Edison Gwijangge.

Pihaknya optimis, dengan komunikasi yang terjalin tersebut, cepat atau lambat Egianus Kogoya akan membebaskan Philips Mark Merthens yang disandera sejak delapan bulan lalu.

Sebelumnya diberitakan pilot Susi Air ditawan KKB Papua pada 7 Februari 2023. Penyanderaan itu diikuti dengan ultimatum bahwa bagi pemerintah yang hendak membebaskannya, harus memenuhi tiga tuntutan.

Tuntutan pertama, pemerintah harus melepaskan Papua menjadi negara merdeka. Tuntutan kedua, yakni pemeirntah harus menyerahkan senjata dan amunisi kepada KKB Papua. Dan tuntutan ketiga, yakni menyerahkan sejumlah uang.

Namun dari tiga tuntutan tersebut, dua di antaranya tak bisa dipenuhi, yakni memerdekakan Tanah Papua dan kedua, menyerahkan senjata api dan amunisi ke KKB Papua.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved