Kamis, 16 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 19 Oktober 2023, Terus Mengintai

Kecaman yang dilontarkan Yesus kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu terjadi ketika Yesus makan bersama di rumah orang Farisi.

|
Editor: Edi Hayong
DOK. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul : Terus Mngintai. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul : Terus Mengintai.

Untuk Hari Kamis Biasa XXVIII ini Bruder Pio Hayon SVD menulis renungannya merujuk pada Bacaan I:Rom. 3: 21-30 dan Injil:Lukas 11: 47-54.

Berikut ini teks lengkap renungan yang ditulis Bruder Pio Hayon SVD hari ini.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Dalam perang, selalu saja ada kelompok yang bertugas sebagai pengintai untuk melihat pergerakan musuh termasuk melihat dan mencari kelemahan musuh agar dalam melumpuhkan musuh.

Dan pada jaman moderen ini bahkan sudah ada pesawat pengintai yang bertugas untuk memata-matai musuh dan mencari titik kelemahan musuh untuk ditaklukkan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 19 Oktober 2023, Angkatan ini Dituntut Darah Semua Nabi yang Tumpah

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 19 Oktober 2023, Celakalah Hai Ahli-ahli Taurat dan Orang Farisi

Maka sebenarnya mengintai itu adalah sebuah tindakan memperhatikan dengan teliti untuk mencari tahu kelemahan orang lain agar gampang untuk ditaklukkan.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini secara khusus kita disajikan oleh bacaan-bacaan suci yang memberi inspirasi kepada kita tentang kecaman Yesus bagi orang-orang Farisi dan ahli Taurat.

Kecaman yang dilontarkan Yesus kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu terjadi ketika Yesus makan bersama di rumah orang Farisi.

Dalam kecaman itu Yesus menyebut mereka sebagai “Celakalah”. Ungkapan celakalah mengandung satu kecaman yang keras kepada para pemimpin agama yakni Orang Farisi dan ahli Taurat.

Penyebutan celakalah ini sesuai dengan konteks alkitab dalam perjanjian lama berarti mengecam orang yang telah melakukan dosa seperti dosa keserakahan, prilaku mabuk-mabukan, mencela kuasa Allah, pemutarbalikan standard moral Allah, keangkuhan dan kesombongan, dan pemerkosaan keadilan (Yes. 5: 8-32).

Dan semua dosa-dosa itu juga yang telah dilakukan oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Yesus mengecam Orang-orang Farisi yang munafik dan yang telah melakukan banyak kesalahan dan kejahatan sejak nenek moyang mereka dan yang terus dijalankan oleh keturunannya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 19 Oktober 2023,Celakalah Kalian Ahli-ahli Taurat dan Orang Farisi

Begitu juga kecaman kepada ahli-ahli Taurat yang banyak membebani umat dengan begitu banyak aturan tetapi mereka sendiri tidak mentaatinya. Dalam konteks ini, Yesus mengecam mereka karena mereka memegang kunci pengetahuan tentang Allah tetapi mereka sendiri tidak pernah masuk ke dalamnya tetapi orang lain yang berusaha masuk di dalamnya mereka halang-halangi agar mereka gampang dimanipulasi orang mereka sendiri.

Yesus mengecam mereka dengan sangat terbuka dan tak pernah menutupinya. Semua langsung berhubungan dengan apa yang biasa mereka lakukan kepada orang-orang kecil dan jemaat yang sederhana dan yang tidak tahu banyak hal dan mereka begitu gampang untuk menipu.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved