Sidang Sinode GMIT di Sabu Raijua
BREAKING NEWS: Pemilihan Ketua Majelis Sinode GMIT Mulai Digelar, Tiga Nama Calon Beredar
Berdasarkan informasi yang diterima POS-KUPANG.COM dari panitia, agenda pemilihan Ketua Majelis Sinode GMIT periode 2024-2027 akan mulai digelar pagi
Baca juga: Kabupaten Sabu Raijua Tuan Rumah Sidang Sinode GMIT ke-35
Gereja ketika merespon harus memiliki gaya seperti gereja bukan seperti LSM atau lembaga lainnya.
Pdt. Yandi Manobe juga menerangkan, gereja sudah memiliki tata gereja yang telah mengatur seluruh sistem dengan baik. Kalau taat dengan sistem, gereja menghasilkan banyak sekali keputusan, hal-hal tetapi, tidak mampu untuk bisa mensosialisasikannya dengan baik, hanya orang atau tatanan tertentu yang mengetahui sistem ini, tidak sampai ke Jemaat.
Setiap orang yang menjadi Ketua GMIT, kata Pdt Yandi Manobe, tidak punya visi pribadi karena gereja sudah punya visi. Visinya jelas, mendatangkan tanda-tanda kedatangan kerajaan Allah di tengah dunia.
Misinya jelas, panca pelayanan yakni Oikonomia (Penataran Layanan) Koinonia( Persekutuan), Marturia (Kesaksian), Diakonia (Pelayanan Kasih), Liturgia (ibadah).
Dengan visi dan misi yang sudah ada, saat ini membutuhkan komitmen untuk ada di situ dengan berbagai talenta dan karunia dari Tuhan, semua orang menjadi penting untuk membangun pelayanan ini sudah cukup.
"Sadar bahwa siapapun menjadi ketua Sinode dia tidak lebih pintar dari yang lain. Menjadi ketua Sinode itu sebenarnya kepercayaan. Teman-teman sepakat, tidak ada satu lebih hebat dari yang lain," katanya.
"Bukan karena kita lebih tetapi karena teman-teman sepakat untuk kita memimpin, Maka ketika berbicara tentang gereja, semua orang harus turut bicara, semua orang harus diakomodir orang punya pembicaraan," tambah Pdt Yandi Manobe. (aca/dhe/ian)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.