Rabu, 20 Mei 2026

Bunuh Diri di Jembatan Liliba

Polisi Dalami Kasus Mahasiswi Bunuh Diri di Jembatan Liliba Kota Kupang

Berdasarkan keterangan saksi termasuk orang tua, sebut dia, korban meminta agar membangunkannya pada pukul 01.00 Wita. 

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto menegaskan dirinya bakal membersihkan Premanisme di Kota Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Aparat Kepolisian dari Polresta Kupang Kota mendalami dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh seorang mahasiswi di jembatan Liliba Kota Kupang. 

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, pihaknya mendalami kejadian itu dengan beberapa keterangan yang telah diperoleh. 

"Untuk sementara ini kita masih dalami, tapi dimungkinkan ada kaitannya dengan nilai hasil kuliah yang bersangkutan," kata Kombes Pol Risihan Krisna Budhiaswanto, Selasa 10 Oktober 2023. 

Mantan Kabid Humas Polda NTT itu menyebut dari keterangan yang diperoleh, korban berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang. Menurut dia, korban diduga mengalami depresi karena nilai yang diperoleh tidak cukup baik. 

Baca juga: Orangnya Yang Ceria, Anggreni Tidak Pernah Cerita Jika Ada Masalah

"Ini mungkin dia merasa frustasi. Dimungkinkan seperti itu, tapi kita masih dalami. Sekarang kita masih proses melihat penyebab kematian," kata dia. 

Kombes Pol Rishian Krisna mengatakan, saat ditemukan korban dalam kondisi telungkup dengan sejumlah luka ditubuhnya. Adapun korban berada di semak yang berada di lokasi kejadian. 

"Ia kemungkinan seperti itu," kata Kombes Pol Risihan Krisna menjawab pertanyaan dugaan korban melompat dari atas Jembatan Liliba

Kepolisian, kata dia, mendapat informasi sekitar pukul 07.00 Wita dari pekerja proyek di dekat lokasi. Saksi yang melihat kemudian melapor ke aparat kepolisian. Polisi lalu menuju tempat kejadian untuk melakukan penanganan. 

Berdasarkan keterangan saksi termasuk orang tua, sebut dia, korban meminta agar membangunkannya pada pukul 01.00 Wita. 

Baca juga: Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang Bunuh Diri, Ibu Korban: Dia Bilang Jubah dan Toga Ada di Teman


"Namun karena lupa, neneknya terbangun pada pukul 03.00 Wita dan melihat tempat dimana korban tidur sudah terbuka dan korban sudah tidak ada di kamar lagi," jelasnya. 

Ibu kandung korban, pada pagi hari sudah berupaya mencari korban namun tidak ditemukan. Keluarga juga menghubungi nomor telepon korban tetapi tidak aktif. 

"Dan setelah itu, ibu korban menuju ke kampus dan mengecek ternyata nama korban tidak terdaftar dalam wisuda hari ini," ujarnya menambahkan. 

Dia juga mengaku, hasil keterangan yang diperoleh pun menyebutkan bahwa beberapa mata kuliah dari korban dinyatakan tidak lulus. Bahkan ada beberapa nilai yang kategori kurang baik. 

Baca juga: Tolak Autopsi Jenazah, Keluarga Terima Kematian Anggreni Kudu Lobo

"Bahkan ada beberapa nilai yang D, E. Nah, ini mungkin yang sementara kita temukan. Sementara kita lakukan pendalaman lagi," tambahnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved