Kamis, 21 Mei 2026

Bunuh Diri di Jembatan Liliba

Orangnya Yang Ceria, Anggreni Tidak Pernah Cerita Jika Ada Masalah

etelah chat itu berakhir, Antonio mengaku sekitar jam 2 lewat Anggreani sempat menelponnya karena terbangun oleh suara tangis bayi lalu pergi make up 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PRISKA WANGGE
JENAZAH - Peti atau keranda jenazah Anggreni Kudu Lobo digotong menuju ambulans untuk dibawa ke rumah duka sementara di Oesapa, Selasa 10 Oktober 2023 

POS-KUPANG.COM - Sebelum mengakhiri hidupnya, korban Anggreni Kudu Lobo (Kudu) tidak pernah menceritakan keluh kesahnya kepada siapapun, karena dia sosok yang ceria.

Diketahui Anggreni Kudu Lobo (22) yang mengakhiri hidupnya di Jembatan Liliba,Oebobo adalah seorang mahasiswi semester 9, jurusan Farmasi D3, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kupang.

Dia juga diketahui akan diwisudakan hari ini bertempat di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Selasa, 10 Oktober 2023.

Pacar Anggreani, Antonio mengatakan sebelum kejadian ini menimpa Anggreini dirinya sempat bersama-sama dengannya di kos Anggreani dengan adik, kakak, dan ibunya.

"Sempat sama-sama dengan dia juga di sini kemarin pas habis beli ayam dengan ini dua Adik dan sepupu korban masih tertawa di sini sama-sama. Jam 11 juga itu kan masih perbaiki sanyo dengan tukang masih ramai tertawa-tertawa disini dengan mama kos juga," ujarnya saat ditemui POS-KUPANG.COM di teras kos Anggreini.

Baca juga: Ibu Kos Sebut Anggreani Tidak Menunjukkan Tanda-tanda Sebelum Akhiri Hidupnya

Dia mengatakan Anggreini kelihatan tidak ada masalah karena selalu ceria. Setelah pulang dari kosnya Anggreani, Antonio mengaku sempat saling chat dengan Anggreani.

"Saat saya pulang masih saling chat. Dia juga chat lancar tidak ada apa-apa, tiba-tiba dia bilang mau tidur sudah karena besok mau bangun pagi untuk pergi ke Auditorium. Itu sekitar  jam 12 lewat," ungkapnya.

Setelah chat itu berakhir, Antonio mengaku sekitar jam 2 lewat Anggreni sempat menelponnya karena terbangun oleh suara tangis bayi lalu pergi make up 

"Terus jam 2 itu dia bangun, dia bangun bilang mau bikin susu karena ada ade mea (bayi), kan disini ada ade mea. Bikin habis dia telepon bilang sabar e saya pergi make up dulu supaya besok pagi-pagi saya tidak usah mandi lagi langsung naik maxim pergi auditorium sana," jelasnya.

Baca juga: Pihak Poltekkes Kemenkes Kupang Masih Kumpulkan Data Mahasiswi Bunuh Diri di Jembatan Liliba

Dia melanjutkan sempat mengingatkan Anggreni untuk menelponnya jika sudah sampai salon atau sudah selesai make up.

"Saya bilang iya pergi sudah nanti kalau sampai salon telepon, kalau habis make up itu baru telepon sonde (tida) apa-apa. Habis itu dia langsung kasih mati telepon," lanjutnya.

Dia mengatakan oma Anggreni juga sempat menelponnya menanyakan keberadaan Anggreini, namun dia menjawab Anggreini sedang ke salon.

"Tidak lama omanya Anggreini telepon saya sekitar jam 2 lewat. Omanya menanyakan Kudu. Omanya tanya bilang hallo Nio ada dengan Kudu disitu? Saya bilang tidak ada oma, tadi dia bilang mau pergi make up. Jadi oma juga percaya dan mengatakan, biar sudah, nanti pasti sedikit lagi dia sudah pulang," ujar Antonio.

Dia mengaku setelah itu Anggreni sempat memberikan pin, password dan kode lain kepadanya via pesan WhatsApp.

Baca juga: Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang Bunuh Diri, Ibu Korban: Dia Bilang Jubah dan Toga Ada di Teman

"Terus tiba-tiba dia kasih dia punya kode dan pin pribadi ke saya. Pokoknya dia punya sandi-sandi semua dia kasih ke saya lewat chat. Saya dalam hati bilang ini anak su kenapa, saya pikir dia hanya kasih tunjuk supaya saya cek sa habis itu saya langsung tidur kembali," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved