Bunuh Diri di Jembatan Liliba
Tolak Autopsi Jenazah, Keluarga Terima Kematian Anggreni Kudu Lobo
Penolakan autopsi itu, dilontarkan langsung ibu kandung dari korban Anggreani saat ditanyai oleh pihak kepolisian dari Polresta Kupang Kota.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Keluarga dari Anggreni Kudu Lobo alias Kudu, yang tewas diduga bunuh diri di Jembatan Liliba, Kota Kupang, menolak untuk dilakukan autopsi.
Penolakan autopsi itu, dilontarkan langsung ibu kandung dari korban Anggreni saat ditanyai oleh pihak kepolisian dari Polresta Kupang Kota.
"Kami tolak untuk lakukan autopsi jenazah anak kami, kami tetap terima kematiannya," kata Mariani Loda, ibunda dari almarhumah Anggreani.
Baca juga: Remaja Putri Yang Bunuh Diri di Jembatan Liliba Merupakan Anak yang Ceria
Menurut Mariani, dirinya bersama keluarga tetap menerima kematian anak mereka.
Kata dia, jenazah anaknya akan disemayamkan malam ini di kosnya di Oesapa, dan pada Rabu 11 Oktober 2023 akan dipulangkan ke kampung halamannya di Sumba Timur untuk dimakamkan.
"Jenazah Anggreani besok kami akan bawah pulang ke Sumba untuk dimakamkan," tambahnya.
Untuk dikeahui, Anggreini Kudu Lobo mendatangi Jembatan Liliba dengan mengendarai sepeda motor matic.
Sepeda motor korban juga ditemukan di Jembatan Liliba.
Korban teridentifikasi berasal dari Desa Kambuhapang, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur.
Anggreni Kudu Lobo kuliah di Poltekkes Kemenkes Kupang sejak tahun 2019 dan tercatat sebagai mahasiswi D3 Farmasi. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Keluarga-Anggreani-terima-kematian.jpg)