Harga Tiket Pesawat Mencekik
Harga Tiket Pesawat Mencekik Leher, Pemprov NTT Singgung Monopoli, Pj Gubernur Akan Lakukan Ini
Tingginya harga tiket pesawat antar kota di provinsi kepulauan ini menjadi keluhan warga sejak pertengahan tahun 2022 lalu.
POS-KUPANG.COM - Harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini terasa mencekik leher.
Tingginya harga tiket pesawat antar kota di provinsi kepulauan ini menjadi keluhan warga sejak pertengahan tahun 2022 lalu.
Harga tiket dari Kota Kupang, ibukota NTT menuju Kota Waingapu di Kabupaten Sumba Timur kini berkisar Rp 1,8 juta. Demikian pula ke Kota Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, harga tiket penerbangan dari Kupang mencapai Rp 1,9 juta.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Domestik di Flobamora Meroket, Ancaman Bagi Pariwisata NTT?
Baca juga: Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Ditantang untuk Turunkan Harga Tiket Pesawat di NTT
Tak berbeda jauh, harga tiket dari Kupang ke Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata pun mencapai Rp 1,4 juta. Sementara Kupang - Maumere mencapai Rp 1,2 juta dan Kupang - Bajawa mencapai Rp 1,6 juta.
Hal tersebut terasa janggal jika dibandingkan dengan harga tiket untuk penerbagangan regional.
Harga tiket pesawat Kupang - Denpasar berkisar Rp 1,5 juta, harga tiket Kupang - Surabaya berkisar Rp 1,3 juta.
Padahal jika ditilik dari jarak dan lama waktu penerbangan maka penerbangan ke Denpasar dan Surabaya membutuhkan waktu lebih lama dengan jarak yang lebih jauh.
Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka menyinggung soal adanya monopoli maskapai pesawat di NTT oleh Lion Group.
Monopoli tersebut menurutnya menjadi penyebab kenaikan harga tiket meski harga bahan bakar pesawat atau avtur sudah turun dan intensitas penerbangan mulai pulih sejak kasus Covid-19 mereda.
"Menurut saya penyebab mahalnya tiket di NTT karena dimonopoli oleh operator tertentu saja. Tidak ada operator udara lain sebagai kompetitor," kata dia.
Baca juga: Tiket Pesawat di NTT Mahal, Penjabat Gubernur Akan Panggil Maskapai
Isyak juga membenarkan wewenang untuk menurunkan harga tiket pesawat adalah dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI.
"Peran dishub untuk menurunkan harga tiket tidak ada," kata dia beberapa waktu lalu.
Kondisi mahalnya harga tiket pesawat domestik di NTT juga menjadi sorotan dewan.
Dalam sidang Paripurna DPRD NTT pada Jumat (6/10/2023) lalu, mayoritas fraksi di dewan menyoroti tingginya harga tiket pesawat yang kini berlangsung.
DPRD juga meminta Pj Gubernur NTT Ayodhia kalake memperhitungkan kenaikan harga tiket pesawat. Hal itu disebut mempengaruhi ekonomi Provinsi NTT.
Mayoritas fraksi di DPRD NTT meminta Pj Gubernur NTT untuk melakukan negosiasi dengan maskapai termasuk untuk mendapatkan solusi atas masalah tersebut.
Kepada wartawan, Pj Gubernur NTT, Ayodhia Kalake menyebut dirinya akan memanggil maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan wilayah NTT.
"Itu juga akan kami panggil maskapai," ungkap Ayodhia, Jumat.
Terkait hal yang sama, Wakil Bupati Sumba timur David Melo Wadu sebelumnya juga menyebut pemerintah kabupaten menerima keluhan terkait mahalnya harga tiket pesawat dari masyarakat.
Pemkab, kata dia, juga telah bersurat kepada pimpinan maskapai Lion Air yang melayani rute Waingapu, namun jawabannya harga tiket pesawat masih dalam ambang batas wajar sesuai ketentuan UU.
Pemkab juga telah bersurat kepada beberapa maskapai penerbangan sejak empat bulan lalu, agar dapat melayani rute Waingapu, Sumba Timur. Namun hingga kini pemkab belum mendapat jawaban.
Humas Lion Air Grup, Danang Mandala yang dihubungi POS-KUPANG.COM, sejak beberapa waktu lalu ihwal tingginya harga tiket ini, belum memberi tanggapan.
Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro yang dihubungi POS-KUPANG.COM pada Senin (9/10/2023) belum merespon pesan yang dikirim.
Pariwisata Labuan Bajo
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga telah meminta pemerintah pusat membuka jalur penerbangan baru ke daerah yang potensial, seperti dari Labuan Bajo-Makassar, Labuan Bajo-Sumba dan Labuan Bajo-Lombok.
Hal ini dilakukan untuk mendorong pencapaian target kunjungan 1 juta wisatawan ke destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo pada 2023.
Keberadaan rute-rute tersebut menurutnya bakal memudahkan para wisatawan yang datang melalui kawasan Timur.
Namun, di sisi lain, target 1 juta wisatawan itu juga terganjal dengan harga tiket pesawat ke Labuan Bajo yang mahal hingga membuat wisatawan pikir dua kali.
Karena itu Bupati Edistasius Endi berharap harga tiket pesawat bisa turun dari harga saat ini.
Dengan menurunkan harga tiket serta membuka rute penerbangan baru kata dia, maka impian untuk mendatangkan satu juta wisatawan ke Manggarai Barat bisa terwujud.
"Dengan transportasi yang murah maka para wisatawan yang datang berkunjung menjadi lebih betah dan nyaman, bahkan semakin banyak yang datang berwisata ke Labuan Bajo," ungkapnya.
Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo per Agustus 2023 baru mencapai 97.449 orang. Jumlah itu masih jauh dari target pemerintah .
Solusi Kapal Cepat
Adapun terhadap kondisi tersebut, Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto menyebut bahwa kapal cepat bisa menjadi solusi.
Hal ini diungkap Bobby Lianto saat berkunjung ke Pulau Sumba dan bertemu dengan pemerintah dan para pengusaha Sumba Barat Daya, Sumba Barat serta Sumba Tengah.
Bobby Lianto mengaku, mendapatkan keluhan dari masyarakat hingga pengusaha khususnya di bidang pariwisata yang mengaku kewalahan dengan harga tiket yang sangat tinggi.
"Saat ini kita tahu pesawat yang aktif melayani penerbangan antar kabupaten di NTT yang paling aktif adalah maskapai Wings Air. Namun, harga tiket melambung tinggi di atas Rp 2 juta dari Kupang ke Sumba," ungkap Bobby beberapa waktu lalu. (*)
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.